• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Guru Honor Prabumulih Ancam Mogok Ngajar

    30 September 2013, September 30, 2013 WIB Last Updated 2013-09-30T12:36:21Z
    Masukkan scrip iklan disini
    PRABUMULIH., PP --Ketua Dewan Pembina Forum Honorer Indonesia (FHI) Pusat, Hasbi SPd MM mengatakan, guru honorer di berbagai daerah termasuk kota Prabumulih mengancam akan mogok mengajar, dan melakukan doa bersama pada Sabtu (5/10) mendatang.

    "Aksi damai mogok mengajar ini kita lakukan sebagai bentuk proses, dan mengkritisi kinerja pemerintah termasuk Pemkot Prabumulih dalam bidang pendidikan guru, penyelesaian permasalahan tenaga honorer dan lainny," tegas Hasbi kepada wartawan, Senin (30/9).

    Hasbi menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Ketua Umum PGRI Pusat, untuk melakukan mogok mengajar dan doa bersama pada Sabtu (5/10) mendatang. Aksi ini kita lakukan, tambah Hasbi, juga bertepatan dengan hari guru internasional yang akan dilaksanakan serentak secara nasional. Dengan tujuan untuk mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan pemasalahan di bidang pendidikan.

    "Permasalahan dunia pendidikan masih banyak. Baik masalah dana sertifikasi guru serta status kesejahteraan guru honorer yang diabaikan, pemeretaan distribusi pendidikan, inpassing atau penyetaraan guru swasta dengan PNS, pengangkatan guru honore. Aksi mogok mengajar dan doa bersama ini, bertepatan dengan hari guru internasional," katanya.

    Estimasi guru-guru yang akan doa bersama dan mogor mengajar, lanjut Hasbi, mencapai 3,7 juta orang. Di tingkat sekolah doa bersama dilakukan seluruh guru selama sepuluh menit.

    "Saat ini jenjang SD kekurangan sekitar 440 ribu guru. Sedangkan di SMP kekurangan 150 guru Bimbingan Konseling (BK), di SMK kekurangan guru produktif," ungkapnya.

    Masih kata Hasbi, karena tidak dipenuhi pemerintah jumlah guru swasta dan non PNS membludak. Pihaknya juga menilai pelaksanaan pencairan sertifikasi semakin buruk, karena masih ada tunjangan sertifikasi triwulan kedua belum dibayarkan, padahal sudah masuk triwulan ketiga.

    "Aksi mogok massal ini akan disusul dengan audensi kepada sejumlah menteri yakni Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi," terangnya.

    Hasbi berharap, semoga doa dan perjuangan jutaan guru FHI dan PGRI ini bisa meningkatkan kinerja pemerintah. Yakni memberikan pelayanan publik yang baik, transparan dan terbuka dan memperbaiki bidang pendidikan, guru serta tenaga honorer. (pp/02/nd)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama