• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Belum Genap 2 Bulan Diresmikan, Plafon Gedung Satpol PP Ambruk

    26 Februari 2016, Februari 26, 2016 WIB Last Updated 2016-02-26T13:52:43Z
    Masukkan scrip iklan disini
    PRABUMULIH, PP - Bangunan Asal jadi dan terkesan hanya kejar untung, demikian terlintas saat melihat plafon gedung kantor Satpol PP di kawasan perkantoran Pemerintah Kota Prabumulih Jalan Jenderal Sudirman Cambai Kota Prabumulih itu ambruk. Mengapa tidak, bangunan ini belum genap berumur 2 bulan diresmikan, plafonnya sudah ambruk di beberapa bagian. Beruntung ambruknya plafon berbahan sejenis gipsum itu tidak memakan korban.

    Namun demikian, beberapa pegawai satpol PP mengaku was-was saat berada dikantor akibat kejadian ambruknya plafon. "was-was bae, takut agek plafon lain nyampak pulo dari pucuk nimpo palak, siapa tanggung jawab" ketus salah seorang petugas Satpol PP seraya berlalu keluar dari ruangan.

    Ambruknya, plafon gedung satpol PP pagi tadi Jumat (26/02/2016) di duga akibat tidak kerjakan dengan maksimal. Pemasangan plafon ini juga terlihat asal-asalan. Pasalnya, terlihat dari ruang plafon yang ambruk, jarak rangka baja sebagai dasar penahan plafon terlihat cukup jauh dan tidak rapat membuat daya tahan plafon terkesan tidak kuat.

    Namun demikian, kontraktor pelaksana pembangunan Gedung satpol PP yang dikonfirmasi terkait ambruknya plafon mengatakan bahwa penyebab ambruknya bagian bangunan tersebut diakibatkan adanya kebocoran pada atap bangunan. Pada musim penghujan beberapa hari terakhir ini kemungkinan merembes ke plafon sebelum akhirnya ambruk.

     "Kemungkinan lantaran hujan beberapa hari terakhir ini merembes ke plafon dan khirnya ambruk. Kita sudah terjunkan tukang ke lokasi untuk melakukan perbaikan. Karna proyek ini masih dalam masa pemeliharaan tentu masih menjadi tanggungjawab kita. Ada kerusakan, iya kita perbaiki" tegas Chali kontraktor pelaksana proyek.
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama