-->
  • Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ads

    Ikuti Intruksi Jokowi Tahan Inflasi, Pemko Tebing Tinggi Tanam Cabai dan Bawang

    03 Oktober 2022, 3.10.22 WIB Last Updated 2022-10-03T14:33:09Z


    POSMETRO.ID | TEBING TINGGI - Pj Wali Kota Tebing Tinggi, Muhammad Dimiyathi melakukan penanaman Cabai dan Bawang Bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Bersama, di Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis, kota setempat, Senin (3/10/2022).


    Disampaikan Pj Wali Kota, kegiatan ini menjalankan salah satu dari delapan langlah yang diintruksikan oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) berkaitan dengan pengendalian inflasi. "Salah satu intruksi dari Bapak Presiden adalah melakukan penanaman tanaman cepat panen. Maka hari ini kita melaksanakan penanaman Cabai dan Bawang Merah bersama Gapoktan" ujar Dimiyathi.


    Menurut Dimiyathi, hal ini memang perlu dilakukan, sekalipun data hari ini dari tiga pasar tradisional di kota Tebing Tinggi harga cabai masih berbeda-beda, namun masih relatif stabil, tapi kondisi ini perlu diantisipasi.


    "Hari ini mungkin harganya masih bisa stabil. Tapi kita perlu melakukan antisipasi, kita kejar tanaman cepat panen sampai bulan Desember, karena fenomena yang selalu terjadi di Tebing tinggi, ketika menjelang hari-hari besar keagamaan, ini harga-harga bahan pokok naik," ujarnya.


    Dengan tanaman cepat panen ini, selain untuk meningkatkan kesejahteraan petani, tentunya ini juga untuk pengendalian inflasi kita, dan juga untuk memenuhi konsumsi pangan di kota Tebing Tinggi. "Jadi kepada Gapoktan Maju Bersama, kami ucapkan terimakasih atas penanaman bersama tanaman pangan cepat panen yang kita laksanakan hari ini," ungkapnya.


    Kepada Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tiinggi, Dimiyathi juga berpesan agar kegiatan ini jangan hanya terpusat di Kelurahan Pinang Mancung, mengingat lahan di kota ini terbatas, jadi diharapkannya juga bersinergi dengan Tim Penggerak PKK misalnya dengan membangkitkan kembali yang namanya urban farming.


    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Sumut, Doddy Zulverdi menyambut baik inisiatif Pemerintah Daerah kota Tebing Tinggi yang terus menjaga atau meningkatkan produksi produk pangan yang memang dibutuhkan sehari-hari. 


    "Kita memberikan apresiasi karena kita ketahui kota ini memiliki lahan terbatas, namun meski begitu, Pemerintah Kota Tebing Tiinggi terus semangat meningkatkan produksi pangan baik melalui urban farming (pemanfaatan pekarangan)," ujarnya.


    Sedangkan Plt Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut, Lusyantini menyebutkan, sesuai dengan Surat Edaran Gubernur sumut, kita memang diwajibkan mengembangkan tanaman yang berdampak terhadap inflasi, termasuk cabai dan bawang. Memang selama empat bulan terakhir inflasi itu disebabkan oleh cabai dan bawang dan sekarang Alhamdulillah keadaannya sudah turun. 


    "Pada hari ini juga kota Tebing Tinggi mendapat alokasi bawang Lima hektar, dan kami harap kegiatan ini tidak berhenti sampai disini. Yang penting adalah berkesinambungan, seperti harapan Bapak Gubernur, bahwa ASN juga diwajibkan menanam minimal 10 polibek cabai merah dan bawang," ungkap Lusyantini.


    Sebelumnya, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tiinggi, Marimbun Marpaung melaporkan, Penanaman bersama ini adalah, sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Sumut mewujudkan program nasional pengendalian inflasi daerah, terutama terhadap komoditi cabai dan bawang merah. Diperkirakan tanaman ini nanti di bulan Desember 2022 sudah bisa panen dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tebing Tinggi.


    "Terimakasih kepada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut yang telah memberikan bantuan bawang merah 3,5 ton untuk Lima hektar. Kemudian dari APBN kita juga mendapat bantuan bibit cabai, dan ini sudah disalurkan kepada masyarakat." jelasnya.


    Pada kesempatan itu, Marimbun juga menjelaskan, terkait dengan Permentan Nomor 10 Tahun 2022 tentang harga eceran pupuk bersubsidi, Ia meminta kepada kelompok tani tidak usah resah, meskipun dari 70 komuditi, sekarang tinggal 9 komuditi yang diakomodir pemerintah untuk subsidi.


    Sebab mulai 1 Oktober, Pemerintah kota Tebing Tinggi akan memberikan bantuan pupuk cair kepada petani sayur yang tidak ditampung didalam pupuk bersubsidi ini. Kemudian kita juga dibantu Pemerintah Pusat berupa pupuk Urea  90 ton dan NPK 100 ton. Bantuan tersebut per 31 Desember harus bisa diserap dan jangan lagi bantuan itu dipulangkan.


    "Jadi tidak ada alasan kita kekurangan pupuk.pada tanamam bersama ini nantinya juga kita akan berikan bantuan pestisida supaya hasil pertanian kita ini kualitas dan produksifitasnya bisa terjaga, terutama dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru kedepan," sebut Marimbun.


    Turut hadir dlam kegiatan tersebut, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Mochammad Kunto Wubisono, Ketua TP PKK, Anggota DPRD Zainal Arifin Tambunan, Danramil 13/TT Kapten Inf Budiono, Kapolsek Rambutan, Kapolsek Padang Hulu dan undangan lainya.- (Gih)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini