• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Jelang Ramadan, Wawako Prabumulih Sidak Harga dan Stok Sembako di Pasar Tradisional

    25 Februari 2025, Februari 25, 2025 WIB Last Updated 2025-02-25T06:37:18Z
    Masukkan scrip iklan disini


    PRABUMULIH - Menjelang bulan suci Ramadan, Wakil Wali Kota (Wawako) Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M., bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tradisional, Selasa (25/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan harga dan stok kebutuhan pokok tetap stabil menjelang meningkatnya permintaan masyarakat.


    Dalam sidak tersebut, Franky didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Sumarti, S.P., M.Si., dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Muhtar Edi, S.Sos., M.Si. Mereka meninjau langsung harga sejumlah bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, daging, cabai, bawang, dan telur.


    "Hari ini, kita bersama Satgas Pangan melakukan sidak untuk memastikan harga dan stok sembako jelang puasa tetap aman. Dari pantauan kami, memang ada kenaikan harga, tetapi masih dalam batas wajar dan tidak mengalami lonjakan signifikan," ujar Franky.


    Franky juga mengingatkan para pedagang agar tidak menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah serta tidak melakukan penimbunan stok sembako yang dapat merugikan masyarakat.


    "Kami mengimbau kepada seluruh pedagang untuk tetap menjual dengan harga yang wajar. Jangan sampai ada yang menaikkan harga secara tidak terkendali atau menimbun barang untuk mendapatkan keuntungan lebih," tegasnya.


    Kepala DKP Prabumulih, Sumarti, mengonfirmasi bahwa ada beberapa kenaikan harga pada komoditas tertentu, seperti daging, cabai, bawang, dan telur. Namun, kenaikan tersebut masih dalam batas normal dan belum menimbulkan kekhawatiran.


    "Memang ada sedikit kenaikan di beberapa komoditas, tetapi masih dalam batas wajar. Inflasi di Prabumulih saat ini masih terkendali di angka 1 persen, jauh di bawah ambang batas 3 persen yang dianggap kritis," jelas Sumarti.


    Sementara itu, Kepala Disperindag, Muhtar Edi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan harga bahan pokok di pasar guna mencegah spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.


    "Kami akan terus melakukan pengawasan dan bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dan harga tetap stabil," pungkasnya.


    Dengan sidak ini, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir akan lonjakan harga yang drastis serta dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa tekanan ekonomi yang berlebihan.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama