POSMETRO.ID, PRABUMULIH – Di balik kesederhanaan aula Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih, harapan-harapan baru mulai disulut. Hari itu, Jumat (23/5/2025), puluhan anak muda dari keluarga kurang mampu memantapkan langkah untuk menjemput masa depan lewat Pelatihan Berbasis Kompetensi Operator Lantai Bor (Floorman) yang dibuka langsung oleh Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, didampingi Wakil Wali Kota Franky Nasril, serta Sekda H. Elman.
Tak sekadar seremoni, kegiatan ini adalah bagian dari ikhtiar serius Pemerintah Kota Prabumulih untuk mewujudkan visi “Prabumulih MAS” – Makmur dan Sejahtera, yang menjadi komitmen kampanye Arlan-Frangky.
“Pelatihan ini adalah langkah konkret untuk membekali generasi muda kita dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, terutama di sektor migas,” ujar Cak Arlan, sapaan akrab sang wali kota.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Prabumulih, H. Sanjay Yunus, SH, MH, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem. Sasaran utama pelatihan ini adalah pencari kerja dari keluarga kurang mampu, terutama yang telah terdaftar dalam program PKH (Program Keluarga Harapan).
“Seleksi kami lakukan ketat. Harus sehat jasmani, tidak boleh buta warna atau hipertensi, dan minimal lulusan SMA/sederajat. Ini supaya tepat sasaran,” tegas Sanjay, yang juga mantan Kabag Hukum Pemkot Prabumulih.
Dari sekitar 500 pendaftar, hanya puluhan yang lulus seleksi ketat ini. Mereka akan digembleng secara profesional, bahkan penguji didatangkan langsung dari Cepu bekerja sama dengan Pertamina.
Dalam arahannya, Cak Arlan menyebut pelatihan ini bukan hanya soal menyiapkan tenaga kerja, tapi juga mengurangi pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Ini kesempatan emas bagi adik-adik. Jangan disia-siakan. Kalian ini sedang dibekali untuk jadi tulang punggung keluarga,” ungkapnya.
Pelatihan ini juga menjadi jembatan antara lulusan SMA dan dunia kerja yang membutuhkan tenaga terampil, khususnya di industri migas yang memang banyak beroperasi di wilayah Prabumulih.
“Perusahaan migas butuh tenaga kerja siap pakai. Dengan pelatihan ini, kita siapkan SDM lokal agar tak lagi hanya jadi penonton di daerah sendiri,” jelasnya.
Cak Arlan juga menitipkan pesan mendalam kepada para peserta. Ia menekankan bahwa kunci dari sukses bukan hanya keterampilan teknis, tetapi disiplin, etika, dan semangat pantang menyerah.
“Jangan baru kerja sudah macam-macam. Jaga nama baik kota ini. Kami akan terus berjuang membuka lapangan kerja, tapi kalian harus siap menyambutnya dengan tekad dan kerja keras,” pesannya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah menjadi mitra dalam membina calon-calon pekerja terampil ini. Harapannya, ke depan makin banyak perusahaan yang memberi ruang bagi SDM lokal Prabumulih.
