POSMETRO.ID | DAIRI – Demonstrasi besar-besaran pada 28–29 Agustus 2025 mengguncang berbagai wilayah di Indonesia. Aksi massa dipicu keputusan DPR menaikkan gaji dan tunjangan di tengah kondisi ekonomi rakyat yang semakin sulit.
Saat rakyat menjerit karena tekanan ekonomi, para wakil rakyat justru menuai kritik karena terlihat bersorak gembira merayakan kenaikan tunjangan. Kondisi ini memicu kemarahan publik yang meluas.
Aksi 28 Agustus digerakkan Aliansi Buruh, Mahasiswa, serta komunitas masyarakat sipil dengan tiga tuntutan utama: menolak revisi UU Ketenagakerjaan, menolak kenaikan gaji DPR, dan mendesak perbaikan jaminan sosial.
Namun, suasana aksi berubah mencekam ketika aparat menembakkan peluru karet dan gas air mata secara membabi buta. Kericuhan mencapai puncak saat sebuah mobil rantis Brimob menabrak seorang pengemudi ojek online hingga tewas. Peristiwa ini memicu kemarahan warga yang kemudian menggeruduk Mako Brimob Kwitang, menuntut pertanggungjawaban pelaku.
Menyikapi situasi tersebut, berbagai elemen mahasiswa pun turun tangan. BEM SI dan BEM UI langsung mengumumkan aksi lanjutan pada 29 Agustus dengan lima tuntutan, yaitu:
- Pertanggungjawaban penuh dari Polri.
- Pencopotan Kapolda dan Kapolri.
- Penghukuman terhadap pelaku tabrakan.
- Reformasi institusi Polri.
- Pembebasan tahanan aksi.
Kerusuhan kemudian menjalar ke sejumlah daerah seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, dan kota-kota lainnya.
Demi menjaga agar situasi tidak semakin meluas, Presiden RI sekaligus Panglima Tertinggi TNI, Prabowo Subianto, memerintahkan pengerahan pasukan TNI untuk mengamankan objek-objek vital di seluruh Indonesia.
Hal itu dibenarkan Dandim 0206/Dairi Letkol Czi Nanang Sujarwanto saat ditemui di halaman Kantor Bupati Dairi, Sabtu (30/8/2025) dini hari.
“Kami hanya menjalankan perintah untuk melakukan tindakan preventif menjaga instansi pemerintah dan objek vital, di antaranya Kantor Bupati dan Gedung DPRD Dairi,” tegasnya.
Menurut Letkol Nanang, pengamanan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden. Dalam penjagaan tersebut, Kodim 0206/Dairi mengerahkan satu Satuan Setingkat Pleton atau sekitar 30 personel, didukung puluhan anggota Satpol PP.
Jumlah serupa juga ditempatkan di Gedung DPRD Dairi, dipimpin langsung Danramil 02/Sidikalang Kapten Inf. T. Aritonang.
“Berapa lama penjagaan berlangsung, kami belum tahu. Semua tergantung perintah pimpinan,” pungkas Dandim singkat dengan wajah tegas*moela