POSMETRO.ID | PRABUMULIH Rencana digelarnya pasar malam di kawasan Tugu Jogya menuai polemik. Pasalnya, kegiatan tersebut belum mengantongi izin dari Pemerintah Kota Prabumulih, namun sudah berdiri dan siap beroperasi.
Isu ini sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Warganet tidak hanya mempertanyakan soal perizinan, tetapi juga menyinggung kebijakan Pemkot yang sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan PT Montana dalam mengelola Taman Prabujaya sebagai pusat hiburan keluarga ramah anak.
Sebagian warganet menilai kehadiran pasar malam tidak lagi menarik karena dianggap monoton, minim inovasi, dan kurang memberi ruang bagi kreativitas generasi muda. Bahkan ada yang menilai pasar malam justru memperburuk estetika kota.
“Saya tidak setuju disewakan atau dikontrakkan. Seharusnya Taman Prabujaya ditata lebih indah untuk bersantai bersama keluarga dari hiruk-pikuk kota, bukan diisi pasar malam yang banyak produksi sampah,” tulis Amanda di kolom komentar.
Menanggapi hal ini, Walikota Prabumulih H. Arlan akhirnya buka suara. Ia menegaskan pihak penyelenggara pasar malam memang belum mendapat izin resmi.
“Aoo re, belum ada izin, tapi pasar malam sudah didirikan dan siap beroperasi,” tegas pria yang akrab disapa Cak Arlan, Sabtu (2/8/2025).
Lebih jauh, Walikota juga menyinggung kerja sama dengan PT Montana terkait pengelolaan Taman Prabujaya. Menurutnya, kerja sama tersebut justru menghadirkan wajah baru taman kota yang sebelumnya terkesan kumuh, gelap, dan rusak.
“Taman Prabujaya yang dulu rusak, gelap, dan kumuh, kini terang benderang dan akan terus ditata lebih indah,” ungkapnya.
Selain menghadirkan ruang publik ramah anak, kerja sama ini juga disebut menjadi salah satu strategi meningkatkan pendapatan daerah.
“Ini juga menambah pundi-pundi pendapatan Kota Prabumulih untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
