POSMETRO.ID | EMPAT LAWANG – Bupati Ogan Ilir yang juga Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sumatera Selatan, Panca Wijaya Akbar, secara resmi melantik Pemuda Tani dan Nelayan dari 13 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Acara pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Madani Gedung Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Rabu (5/11/2025).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad, Wakil Bupati Arifa’i, serta perwakilan KTNA Nasional.
Dalam sambutannya, Panca menegaskan pentingnya mengubah paradigma masyarakat terhadap profesi petani agar tak lagi dianggap sebagai pilihan kedua.
“Pemuda tani dan nelayan Sumsel ingin merubah paradigma masyarakat bahwa menjadi petani bukan pilihan kedua, tapi pilihan utama yang dapat membawa kesejahteraan bagi daerah,” ujar Panca dengan semangat.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki potensi besar jika dikelola dengan cara yang modern dan berbasis teknologi. Karena itu, meningkatkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian merupakan langkah strategis untuk menciptakan kemandirian pangan daerah sekaligus mendukung program nasional.
“Kita ingin anak muda tidak malu menjadi petani, tapi bangga, karena mereka berperan besar dalam ketahanan pangan dan ekonomi nasional,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Panca juga menyatakan dukungan penuh KTNA Sumsel terhadap Proyek Strategis Nasional “Makan Bergizi Gratis (MBG)” yang diluncurkan pemerintah pusat.
Program ini menargetkan peningkatan status gizi 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir 2025, termasuk sekitar 5 juta anak di Sumatera Selatan.
“Pemuda tani memiliki peran besar dalam memastikan ketersediaan bahan pangan berkualitas untuk mendukung keberhasilan program MBG,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mengapresiasi langkah KTNA Sumsel yang terus memotivasi pemuda untuk aktif di sektor pertanian dan perikanan. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memajukan sektor agrikultur berbasis inovasi dan kolaborasi.
Menutup sambutannya, Panca Wijaya Akbar mengajak seluruh pemuda tani dan nelayan Sumsel untuk terus berinovasi menghadapi tantangan global.
“Acara PEDA XVI ini adalah panggilan bagi kita untuk berinovasi. Pemuda Tani Sumsel siap menjadi garda terdepan dalam transformasi pertanian menuju Indonesia Emas 2045. Mari bergandengan tangan, dari hulu ke hilir, untuk kemakmuran bersama,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting regenerasi petani dan nelayan di Sumatera Selatan, sekaligus meneguhkan komitmen KTNA dalam membangun sektor pertanian dan perikanan yang tangguh, berdaya saing, serta berorientasi masa depan.
