POSMETRO.ID | SIDIKALANG - Proses penataan Pusat Pasar Sidikalang kini memasuki fase krusial. Pemerintah Kabupaten Dairi secara resmi mengakhiri masa toleransi bagi pedagang yang masih berjualan di luar area Pusat Pasar Sidikalang. Langkah tegas ini diambil untuk mewujudkan pasar tradisional yang tertib, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus menjawab keresahan para pedagang yang selama ini setia beraktivitas di dalam pasar.
Selama ini, penataan pasar dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif. Sejumlah imbauan serta penertiban secara santun telah berulang kali dilaksanakan. Namun, seiring meningkatnya aktivitas pasar, praktik-praktik curang sebagian pedagang yang berjualan di atas trotoar dan badan jalan semakin tak terkendali. Kondisi tersebut memaksa pemerintah mengalihkan kebijakan ke arah penegakan aturan yang lebih konsisten dan tegas.
Rangkaian Operasi Penertiban telah berlangsung selama tiga hari, sejak Rabu hingga Jumat. Namun, operasi pada Sabtu (31/1/2026) menjadi titik paling menentukan. Sabtu dinilai sebagai hari krusial karena merupakan hari pekan besar di Kabupaten Dairi, di mana ribuan pedagang dan masyarakat dari seluruh kecamatan, bahkan luar daerah, memadati Pusat Pasar Sidikalang untuk bertransaksi.
Operasi Penertiban Sabtu tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dairi, Untung Roy Nahampun. Sebanyak 100 personel diterjunkan dari lima instansi, terdiri dari 30 personel Satpol PP dipimpin Kasatpol PP Horas Pardede, 41 personel Dishub, 9 personel Damkar, 15 personel PD Pasar bersama jajaran direksi yang dipimpin Dirut PD Pasar Lumpin Pangaribuan, serta dikawal 5 personel Kepolisian di bawah komando Kapolsek Kota Sidikalang AKP Hotdiman Hutasoit.
Dalam penertiban tersebut, barang dagangan milik pedagang yang masih berjualan di atas trotoar dan pinggir jalan di luar area pasar diamankan petugas. Barang-barang tersebut diangkut menggunakan mobil pick up milik PD Pasar. Para pedagang terlihat pasrah saat dagangannya diamankan. Sementara itu, petugas Dishub juga menertibkan arus lalu lintas dengan meminta pengendara yang melawan arah untuk berputar.
Pasca operasi, suasana di seputaran Pusat Pasar Sidikalang berubah drastis. Jalan Sekolah, Jalan Trikora, Jalan Pekan, dan Jalan Dairi tampak lengang dan tertib. Kemacetan yang selama bertahun-tahun menjadi pemandangan rutin akibat pedagang yang menguasai badan jalan dan trotoar kini tak lagi terlihat.
Langkah tegas Pemkab Dairi mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan pedagang pasar. Seorang pedagang bermarga Siahaan mengaku puas dengan penertiban tersebut.
“Setelah semrawut bertahun-tahun, ternyata bisa juga ditertibkan. Kalau seperti ini, kami puas karena pedagang yang di luar masuk ke dalam pasar. Mari bersaing sehat. Terima kasih Pak Bupati,” ujarnya.
Kadishub Dairi, Untung Roy Nahampun, menegaskan bahwa operasi penertiban tidak berhenti sampai di sini.
“Progresnya cukup baik, tapi kita tidak boleh cepat puas. Penertiban harus dilakukan secara berkelanjutan sampai budaya tertib itu melekat di hati dan pikiran para pedagang,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Dirut PD Pasar Sidikalang, Lumpin Pangaribuan. Ia menyebut, penertiban ini telah menjawab keinginan pedagang yang selama ini berjualan di dalam pasar.
“Akibat pedagang yang punya lapak di dalam tapi berjualan di luar, terjadi tunggakan retribusi hingga Rp76 juta. Mudah-mudahan setelah ini retribusi sebagai PAD Dairi bisa kembali berjalan lancar,” jelasnya.
Kasatpol PP Dairi, Horas Pardede, menambahkan bahwa barang dagangan yang diamankan dapat dikembalikan setelah pemilik menandatangani surat perjanjian bermaterai.
“Kalau tertangkap lagi berjualan di luar, barang dagangan yang diamankan akan dimusnahkan,” tegasnya.
Sekitar pukul 15.30 WIB, Bupati Dairi Vigner Sinaga turun langsung meninjau Pusat Pasar Sidikalang pasca penertiban. Menggunakan dua mobil dinas, Bupati berkeliling di kawasan pasar dan berhenti di depan Kantor PD Pasar Dairi.
Kehadiran Bupati menjadi sorotan, mengingat kondisinya yang masih dalam masa pemulihan pasca operasi. Namun, hal tersebut tidak menghalangi Vigner Sinaga untuk memastikan langsung hasil penataan pasar.
“Ternyata kita bisa tertib. Warga kita baik-baik, tinggal konsisten. Ternyata kita bisa,” ujar Bupati sambil tersenyum.
Bupati Dairi juga menekankan pentingnya kreativitas dan sinergi seluruh jajaran OPD dalam menata wajah daerah, khususnya Pusat Pasar Sidikalang.
“Inilah seni manajemen. Semua lini sudah sepakat untuk memperbaiki wajah Dairi, dan kita lengkapi dengan personel yang cukup,” pungkasnya sebelum meninggalkan lokasi.
