POSMETRO.ID | LAHAT – Di tengah stagnasi partisipasi generasi muda dalam arus pembangunan daerah, sebuah gerakan bernama Anak Muda Lahat (AMAL) memilih mengambil sikap tegas: berhenti menjadi generasi penonton.
AMAL resmi membuka rekrutmen terbuka bagi pelajar, mahasiswa, dan pemuda umum. Namun ini bukan sekadar perekrutan organisasi kepemudaan biasa. Ini adalah upaya membangun barisan kader yang siap bekerja, bukan sekadar mengkritik dari balik layar media sosial.
Founder Anak Muda Lahat, Oktaria Saputra, S.E., M.Si., menilai kondisi Lahat hari ini membutuhkan lebih dari sekadar opini dan keluhan.
“Kalau anak muda hanya pandai mengomentari tanpa bergerak, maka Lahat akan terus berjalan di tempat. AMAL kami bangun sebagai ruang kaderisasi, bukan sekadar komunitas seremonial,” tegas Oktaria, Selasa (10/02/2026).
Menurutnya, terlalu lama generasi muda terjebak dalam budaya menunggu — menunggu perubahan, menunggu kebijakan, bahkan menunggu kesempatan datang dengan sendirinya. Padahal, kata dia, perubahan hanya lahir dari keberanian mengambil tanggung jawab.Rekrutmen ini dibuka bagi pelajar SMA/SMK sederajat, mahasiswa, hingga pemuda umum dengan batas usia maksimal 30 tahun. AMAL secara terbuka menyatakan tidak mencari figur populer atau sekadar pengikut tren, melainkan pribadi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kesediaan ditempa dalam proses panjang pengabdian.
Mengusung semangat “Bergerak, Berkarya, Berdampak”, AMAL memosisikan diri sebagai ruang pembentukan kepemimpinan muda berbasis aksi nyata. Fokus gerakan diarahkan pada penguatan karakter, kepemimpinan, serta kerja sosial yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat Lahat.
Oktaria bahkan mengingatkan bahwa bonus demografi yang kerap dibanggakan pemerintah bisa berubah menjadi ancaman jika generasi mudanya tidak disiapkan.
“Bonus demografi bisa berubah menjadi beban demografi kalau anak muda dibiarkan apatis. Karena itu AMAL hadir sebagai lokomotif kesadaran, bukan sekadar tempat berkumpul,” ujarnya.
Gerakan ini juga mendapat atensi dari Pemerintah Kabupaten Lahat. Dukungan moral yang disampaikan Bupati Lahat Bursah Zarnubi, S.E. dan Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, S.H., M.H. dalam sejumlah agenda kepemudaan dinilai sebagai sinyal bahwa peran generasi muda mulai ditempatkan sebagai mitra strategis pembangunan, bukan lagi pelengkap seremoni.
AMAL menegaskan, mereka ingin melahirkan generasi yang kritis namun solutif, berani berbeda namun tetap konstruktif. Generasi yang tidak hanya pandai bersuara, tetapi juga siap bekerja.
“Lahat Maju tidak lahir dari ruang tunggu. Ia lahir dari anak muda yang berani bergerak dan bekerja,” pungkas Oktaria.
