POSMETRO.ID | BANYUASIN
Langkan – Pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang masa bakti 2026–2030 resmi dilantik dan dikukuhkan, Sabtu (7/2), di Ponpes Qodratullah, Desa Langkan, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin. Pelantikan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan sekaligus Ketua Pordasi Provinsi Sumsel, Herman Deru.
Dalam sambutannya, Herman Deru menaruh harapan besar agar olahraga berkuda semakin maju dan digemari masyarakat Sumatera Selatan. Ia menegaskan bahwa berkuda memiliki dua klaster, yakni sebagai kegemaran dan sebagai olahraga prestasi.
“Kita tahu warga Sumsel ini habitnya bukan berkuda, berbeda dengan daerah NTT, NTB dan Jawa,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, selama ini olahraga berkuda kerap dipandang mahal. Padahal, hal tersebut tidak sepenuhnya benar jika dikelola secara kolektif melalui stable atau dukungan pemerintah daerah.
“Mahal itu karena pelihara sendiri. Kalau bisa bersama stable atau Pemkab, kudanya bisa murah,” tegasnya.
Ia pun meminta jajaran pengurus Pordasi di Banyuasin dan Palembang untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat dan calon atlet bahwa olahraga berkuda tidak selalu identik dengan biaya tinggi. Sebagai contoh, ia menyebut dua atlet Pordasi Sumsel yang berlaga di Bekasi, Jawa Barat, tanpa harus membawa kuda sendiri.
“Itu semua tanding tidak ada kuda, jadi tepis dulu mahal,” tandasnya.
Lebih lanjut, Herman Deru mendorong Pordasi Banyuasin agar mencari lahan untuk landasan pacu kuda sepanjang 1.000 meter dengan lebar 20 meter. Ia menilai Kabupaten Banyuasin memiliki potensi lahan yang lebih memungkinkan dibandingkan Kota Palembang.
“Kalau di Palembang susah cari lahannya, mungkin di Banyuasin yang tepat,” ungkapnya.
Apabila sarana stable dan lintasan pacu telah tersedia, ia berkeinginan agar Kabupaten Banyuasin menjadi tuan rumah event olahraga berkuda tingkat provinsi bahkan nasional.
“Kalau sudah ada stable, kita buat event olahraga berkuda di Sumsel tepatnya di Banyuasin. Kita undang ribuan orang ke sini,” bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Banyuasin, Erwin Ibrahim, berharap kepengurusan baru mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah.
“Itu harapan kita, sehingga dapat membawa nama Kabupaten Banyuasin ke level nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa olahraga berkuda bukan hanya sarana prestasi, tetapi memiliki nilai religius dan edukatif di tengah masyarakat.
“Olahraga berkuda adalah olahraga yang baik, selain penuh tantangan juga sebagai olahraga sunnah nabi. Jadi selain mengenalkan olahraga ini di tengah masyarakat Banyuasin, ini juga sebagai sarana mengolahragakan masyarakat sekaligus mensyiarkan sunnah Rasulullah,” tutupnya.
Diketahui, Ahmad Kholid Daulay dilantik sebagai Ketua Umum Pordasi Kabupaten Banyuasin masa bakti 2026–2030, sedangkan Deswana Akbar menjabat Ketua Umum Pordasi Kota Palembang periode yang sama. Turut hadir dalam pelantikan tersebut Ketua Harian Pengprov Pordasi Sumsel Ratu Tenny Leriva, Asisten I Banyuasin Aminuddin, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Editor: RD
