• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Lebaran, BNN Prabumulih Minum Fanta, Tahanan Minum Pembersih Lantai

    26 Maret 2026, Maret 26, 2026 WIB Last Updated 2026-03-26T05:36:20Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID | PRABUMULIH – Lebaran itu biasanya identik dengan yang manis-manis. Sirup, kue, dan maaf-maafan. Bahkan di kantor, ada yang sampai stok minuman warna-warni, dari teh sampai Fanta biar suasana makin “segar”.


    Tapi kisah OH (35) ini beda. Kalau yang lain minum manis, dia malah diduga “upgrade” ke cairan pembersih lantai. Bukan karena tren baru Lebaran, tapi karena diduga nekat meminum cairan jenis Prostex di dalam tahanan BNN Kota Prabumulih. Hasilnya? Bukan segar, tapi nyaris meninggoi.


    Peristiwa ini terjadi Rabu malam (25/03/2026), saat OH warga Kelurahan Sukajadi yang sebelumnya diamankan beberapa hari jelang Idul Fitri, tiba-tiba harus dilarikan ke RSUD Prabumulih. Bukan karena kekenyangan opor, tapi karena keracunan.


    Kalau di stand-up comedy, ini mungkin masuk materi, “BNN minum Fanta sirup, tahanan minum pembersih… mungkin mau ‘bersih lahir batin’ versi ekstrem.”

    Tapi di dunia nyata, ini bukan lucu.

    Kasus ini langsung memunculkan pertanyaan serius, kok bisa benda sekelas pembersih lantai ada di jangkauan tahanan? Ini bukan permen yang nyelip di saku, ini cairan kimia.


    Istri OH pun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, kalau pengawasan berjalan sebagaimana mestinya, kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi.


    “Kalau pengawasannya ketat, bagaimana mungkin tahanan bisa sampai minum cairan pembersih lantai?” ujarnya.


    Yang bikin makin “plot twist”, setelah sempat mendapatkan penanganan di IGD RSUD Prabumulih termasuk bilas lambung, OH justru dibawa kembali ke tahanan. Padahal, menurut informasi, sempat disarankan untuk rawat inap.


    “Kami tahunya setelah dia sudah dibawa kembali. Bukan saat masih di rumah sakit,” tambah sang istri.


    Dari pihak Humas RSUD Prabumulih, Mario membenarkan bahwa pasien datang dalam kondisi keracunan.


    “Pasien dengan diagnosis keracunan Prostex. Sudah dilakukan pemasangan NGT dan bilas lambung. Kami menyarankan rawat inap,” jelasnya.


    Namun, pihak rumah sakit menegaskan bahwa mereka hanya menjalankan prosedur medis sesuai standar.

    Sementara itu, masyarakat Prabumulih menunggu penjelasan dari pihak BNN Kota Prabumulih. Karena kalau di luar sana orang sibuk memastikan sirup tidak kadaluarsa, di dalam tahanan justru muncul pertanyaan: bagaimana cairan pembersih bisa “lolos seleksi” dan diminum?


    Lebaran seharusnya jadi momen saling memaafkan. Tapi untuk kasus ini, yang dibutuhkan bukan sekadar maaf melainkan jawaban.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama