POSMETRO.ID | LONDON - Nada kritik terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menguat dari seberang Atlantik. Kali ini datang dari Inggris. Seorang politisi senior Inggris secara terbuka mendesak Trump untuk mundur dari jabatannya, menyusul kebijakan dan gaya kepemimpinan yang dinilai semakin memperuncing ketegangan global.
Adalah Ed Davey, pemimpin Liberal Democrats, yang melontarkan kritik keras tersebut. Dalam pernyataannya kepada media, Davey menyebut gaya kepemimpinan Trump menyerupai “gangster internasional”, sebuah istilah yang langsung memantik perhatian publik dan media di Eropa.
Bagi Davey, dunia saat ini berada di persimpangan yang rawan. Konflik di Timur Tengah yang melibatkan kepentingan Amerika Serikat, meningkatnya rivalitas global, hingga kekhawatiran akan meluasnya ketegangan geopolitik, membuat kepemimpinan negara adidaya seperti Amerika Serikat menjadi sorotan.
“Dunia membutuhkan stabilitas dan diplomasi,” ujar Davey, menekankan bahwa pendekatan konfrontatif dalam politik luar negeri hanya akan memperuncing krisis yang sudah rapuh.
Pernyataan tersebut bukan sekadar kritik biasa. Dalam tradisi politik Inggris, seruan agar seorang presiden Amerika Serikat mundur merupakan langkah yang jarang terjadi secara terbuka. Hubungan antara United Kingdom dan United States selama puluhan tahun dikenal sebagai “special relationship”—relasi strategis yang biasanya dijaga dengan kehati-hatian diplomatik.
Namun situasi global belakangan ini membuat sejumlah politisi Eropa mulai bersuara lebih keras. Mereka khawatir kebijakan Washington yang dianggap semakin agresif dapat menyeret sekutu-sekutunya ke dalam konflik yang lebih luas.
Bagi Davey, Eropa tidak boleh hanya menjadi penonton. Ia menyerukan agar negara-negara di benua itu memperkuat solidaritas dan menunjukkan sikap yang lebih tegas terhadap kebijakan yang berpotensi mengancam stabilitas dunia.
Di sisi lain, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut. Namun dalam dinamika politik internasional, kritik dari sekutu dekat sering kali lebih bermakna daripada serangan dari rival.
