POSMETRO.ID | BANYUASIN
Palembang — Provinsi Sumatera Selatan mencatatkan sejarah baru dengan keberhasilan menurunkan angka kemiskinan hingga satu digit, yakni 9,85 persen. Capaian ini menjadi yang terendah sepanjang sejarah provinsi tersebut dan diraih di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang.
Prestasi ini diumumkan dalam Rapat Koordinasi Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan se-Provinsi Sumsel yang digelar di Griya Agung, Palembang, Rabu (5/02/2026). Selain itu, Sumsel juga mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,35 persen, menjadikannya sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua tertinggi secara nasional.
Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh kepala daerah yang turut berkontribusi dalam capaian tersebut.
“Ini prestasi luar biasa bagi Sumsel sepanjang sejarah menurunkan kemiskinan. Inilah cita-cita saya dari awal menjadi Gubernur Sumsel. Terima kasih Bupati dan Wali Kota yang telah membantu saya dan Bapak Cik Ujang dalam melayani masyarakat Sumsel,” ujar Herman Deru.
Ia juga menekankan bahwa upaya pengentasan kemiskinan harus terus diperkuat melalui dua langkah utama, yakni meningkatkan kemandirian keluarga dan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada BPS Pusat dan Provinsi, apa yang kita upayakan ini akhirnya menghasilkan hasil yang memuaskan,” tambahnya.
Capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif para kepala daerah di kabupaten/kota, termasuk Bupati Banyuasin Askolani yang turut hadir dalam rakor tersebut.
Askolani menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam menekan angka kemiskinan hingga satu digit. Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut.
“Kami siap mendukung dan membantu Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mempertahankan bahkan meningkatkan capaian ini. Sinergi daerah menjadi kunci agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” tegas Askolani di sela kegiatan.
Di Kabupaten Banyuasin sendiri, angka kemiskinan pada tahun 2025 tercatat sebesar 8,48 persen, berada di bawah rata-rata provinsi. Hal ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota berjalan efektif dalam menekan angka kemiskinan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dengan capaian ini, Sumatera Selatan semakin optimistis melangkah menuju pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat yang merata di seluruh wilayah.
Editor:RD
