• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Sentuhan Pertamina Dongkrak Panen dan Kesejahteraan Petani Talang Ubi

    10 Juni 2026, Juni 10, 2026 WIB Last Updated 2026-06-14T14:15:40Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID, PALI – Program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Pertamina EP (PEP) Pendopo Field, bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, berhasil mengubah kehidupan petani di Kelurahan Talang Ubi Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


    Melalui Program Pusat Jaringan Pertanian Organik Terintegrasi dan Sustainability (PUJANGGA), para petani yang sebelumnya bergelut dengan gagal panen dan tingginya biaya produksi kini mampu meningkatkan hasil panen hingga 80 persen serta mendongkrak pendapatan keluarga secara signifikan.


    Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Sutarni, petani perempuan yang selama bertahun-tahun harus berjuang menghadapi berbagai persoalan pertanian. Sawah yang dikelolanya sempat mengalami kerusakan akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan yang memicu serangan jamur. Belum pulih dari kondisi tersebut, serangan ulat grayak kembali menyebabkan gagal panen.


    Kondisi ekonomi keluarga saat itu sangat memprihatinkan. Untuk membeli pupuk, Sutarni terpaksa berutang ke toko. Bahkan biaya sekolah anak dan tagihan listrik rumah tangga sempat menunggak selama berbulan-bulan.


    Harapan mulai muncul pada 2021 ketika PEP Pendopo Field menghadirkan Program PUJANGGA. Bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Rosela dan Kelompok Tani Rejomulyo, Sutarni mendapatkan pelatihan pertanian organik, pendampingan budidaya, hingga bantuan sarana dan prasarana pertanian.


    Para petani diajarkan memanfaatkan jerami dan kotoran ternak sebagai pupuk organik, menerapkan pola tanam yang lebih efisien, serta menggunakan bahan-bahan alami untuk pengendalian hama. Selain itu, Pertamina juga menyediakan fasilitas sekretariat kelompok dan berbagai peralatan penunjang pertanian.


    Hasilnya sangat nyata. Kebutuhan benih yang sebelumnya mencapai 100 kilogram per hektare kini berkurang menjadi hanya sekitar 5 kilogram per hektare. Biaya produksi turun drastis, sementara produktivitas sawah meningkat dari rata-rata 2,5 ton menjadi 4,5 ton beras per hektare.


    Tak hanya kuantitas, kualitas beras yang dihasilkan juga meningkat sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Jika sebelumnya beras dijual sekitar Rp10 ribu per kilogram, kini mampu mencapai Rp20 ribu per kilogram. Kondisi tersebut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani yang kini mampu meraih pendapatan rata-rata hingga Rp8 juta per bulan.


    Keberhasilan itu mendorong Sutarni mendirikan Kelompok Wanita Tani Rosela pada 2024. Kelompok tersebut tidak hanya bergerak di sektor pertanian, tetapi juga mengembangkan usaha pengolahan tanaman herbal dan produk pangan bernilai ekonomi.


    Berbagai produk seperti teh rosela, bandrek, peyek, hingga stik ubi kini diproduksi oleh anggota kelompok dan memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, KWT Rosela juga aktif memberikan edukasi tentang tanaman obat keluarga kepada masyarakat dan pelajar yang berkunjung.


    Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Zona 4, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan program pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi.


    "PHR Zona 4 ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi dapat berkembang dan semakin mandiri. Kisah Ibu Sutarni menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang tepat mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.


    Program PUJANGGA menjadi salah satu bukti nyata bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan berkelanjutan, tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga petani di Kabupaten PALI.


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama