• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    SKK Migas Perkuat Transparansi, Wartawan Diajak Masuk Area Produksi Migas

    08 Juni 2026, Juni 08, 2026 WIB Last Updated 2026-06-14T14:22:44Z
    Masukkan scrip iklan disini


    MUARA ENIM, POSMETRO.ID – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumbagsel bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Sumatera Selatan mengajak puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel meninjau langsung fasilitas produksi gas Lapangan Cantik milik PT Sele Raya Belida (SRB) di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Senin (8/6/2026).


    Kegiatan Media Field Trip 2026 tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman insan pers terhadap proses bisnis industri hulu migas sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan energi dan media dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang kepada masyarakat.


    Dalam kunjungan tersebut, para jurnalis berkesempatan melihat secara langsung proses produksi gas bumi, sistem keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, hingga kontribusi sektor hulu migas terhadap ketahanan energi nasional. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai pengembangan lapangan migas yang terus dilakukan untuk menjaga target produksi nasional.


    Field Superintendent PT Sele Raya Belida, Elvi Kurnia Hakim, mengatakan Lapangan Cantik merupakan salah satu aset produksi penting yang menopang pasokan gas perusahaan. Lapangan yang mulai beroperasi sejak 2019 tersebut terus menunjukkan kinerja positif dan mampu mempertahankan produksi di atas proyeksi awal.


    Saat ini Lapangan Cantik memproduksi sekitar 1,3 MMSCFD gas dari Sumur Cantik-1 yang mulai beroperasi pada 2020. Produksi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pasokan energi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan operasi perusahaan.


    Tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan energi, keberadaan industri migas juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Public Relations Supervisor PT Sele Raya Belida, Valentina, mengungkapkan sekitar 90 persen tenaga kerja yang terlibat dalam operasional perusahaan berasal dari wilayah sekitar lokasi operasi.


    Selain menyerap tenaga kerja lokal, perusahaan juga melibatkan berbagai pelaku usaha daerah dalam penyediaan barang dan jasa, mulai dari transportasi, logistik, konstruksi, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.


    "Perusahaan berkomitmen memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat lokal untuk terlibat dalam kegiatan operasional sehingga manfaat industri migas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.


    Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafei Safri, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik. Karena itu, pemahaman yang baik mengenai aktivitas hulu migas akan menghasilkan pemberitaan yang lebih komprehensif dan faktual.


    Menurutnya, SKK Migas bersama KKKS terus berupaya menjaga produksi migas nasional melalui berbagai program pengembangan lapangan, pengeboran sumur baru, workover, well intervention, hingga eksplorasi untuk menemukan cadangan baru. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung target produksi energi nasional.


    Ketua Forum Jurnalis Migas Sumsel, H. Oktaf Riady, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan kesempatan kepada wartawan untuk melihat langsung aktivitas industri hulu migas di lapangan. Menurutnya, pengalaman langsung di lokasi operasi akan membantu media menghasilkan pemberitaan yang lebih objektif, mendalam, dan berimbang.


    Melalui kegiatan Media Field Trip ini, SKK Migas, KKKS, dan FJM Sumsel berharap kolaborasi yang selama ini terjalin dapat terus diperkuat sehingga informasi mengenai sektor hulu migas dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat sekaligus mendukung terciptanya iklim investasi energi yang kondusif di Sumatera Selatan.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama