• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    Pertamina EP Prabumulih Tambah Potensi Produksi 2.068 BOPD dari Sumur Infill LBK-031

    22 Juli 2026, Juli 22, 2026 WIB Last Updated 2026-07-22T10:58:22Z
    Masukkan scrip iklan disini


    PRABUMULIH, POSMETRO.ID – Pertamina EP Prabumulih Field kembali mencatatkan capaian positif dalam upaya meningkatkan produksi migas nasional. Perusahaan yang berada di bawah Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 itu berhasil menyelesaikan pengeboran sumur infill pengembangan kelima, LBK-031, dengan potensi produksi awal mencapai 2.068 barel minyak per hari (BOPD) dan 2,68 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).


    Keberhasilan tersebut menjadi tambahan potensi produksi bagi Pertamina EP Prabumulih Field sekaligus memperkuat optimalisasi lapangan migas yang telah lama berproduksi (mature field).


    Sumur LBK-031 berada di Struktur Lembak, wilayah timur laut Kota Prabumulih yang secara administratif masuk Kabupaten Muara Enim. Pengeboran berlangsung selama 52 hari, mulai 9 Mei hingga 29 Juni 2026. Pada uji alir awal (initial flow test) yang dilakukan 29 Juni 2026, sumur tersebut mampu mengalirkan minyak secara natural (open flow) dari lapisan TAF-H.


    General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan keberhasilan pengeboran ini membuktikan bahwa lapangan migas yang telah lama berproduksi masih menyimpan potensi besar apabila dikembangkan melalui pendekatan teknologi dan inovasi.


    "Keberhasilan pengembangan Sumur LBK-031 membuktikan bahwa lapangan mature masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui inovasi, teknologi, dan optimalisasi yang berkelanjutan," ujarnya.


    Menurutnya, pengembangan sumur dilakukan melalui inovasi subsurface berupa High Resolution Stratigraphic Mapping, yakni metode pemetaan lapisan batuan bawah permukaan secara lebih rinci untuk mengidentifikasi potensi hidrokarbon. Pendekatan tersebut memungkinkan penentuan target pengeboran yang lebih presisi sehingga meningkatkan tingkat keberhasilan eksplorasi dan pengembangan.


    Selain menghasilkan tambahan potensi produksi, proyek pengeboran LBK-031 juga diselesaikan tanpa catatan kecelakaan kerja. Penerapan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) serta operational excellence menjadi fokus utama selama proses pengeboran.


    LBK-031 merupakan sumur infill pengembangan kelima setelah keberhasilan penemuan sumur interfield LKT-01 oleh tim Subsurface and Development Planning (SSDP) Zona 4. Lokasi sumur berada di antara Struktur Lembak dan Tapus.


    Sebelumnya, Pertamina EP Prabumulih Field juga berhasil mengembangkan sumur infill LBK-030 yang mencatat potensi produksi awal 3.073 BOPD dan 1,64 MMSCFD. Perusahaan juga telah menyiapkan pengeboran sumur LKT-023 pada triwulan III 2026 sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi.


    Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, mengatakan berbagai langkah optimasi terus dilakukan untuk menjaga tingkat produksi migas.


    "Pertamina EP Prabumulih Field akan terus melakukan optimasi sumur, well service terjadwal, serta pemantauan performa produksi secara berkelanjutan guna menekan laju penurunan produksi alamiah (natural decline) seminimal mungkin. Dengan strategi ini, keberhasilan pengembangan Sumur LBK-031 diharapkan mampu menstabilkan, bahkan meningkatkan, capaian produksi migas," katanya.


    Keberhasilan pengembangan sumur-sumur infill tersebut diharapkan mampu mendukung target produksi Pertamina EP Prabumulih Field sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar 9.519 BOPD untuk minyak dan 99 MMSCFD untuk gas, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap ketahanan energi nasional.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama