• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    Insentif LVRI DKK Cair, Cak Arlan Tekankan Kekompakan

    09 September 2026, September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T08:55:19Z
    Masukkan scrip iklan disini


    Hadapi Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla, Warga Diminta Saling Menolong dan Tak Bakar Lahan


    POSMETRO.ID | PRABUMULIH — Pemerintah Kota Prabumulih menyalurkan dana insentif Triwulan III Tahun 2026 kepada sejumlah kelompok dan tenaga sosial yang selama ini berperan dalam pelayanan masyarakat.


    Penyerahan insentif tersebut berlangsung di Pendopoan Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, Rabu (9/9/2026), dan dihadiri Wali Kota Prabumulih H. Arlan bersama Wakil Wali Kota Franky Nasril.


    Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Prabumulih itu diperuntukkan bagi Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Warakawuri dan Perip, penjaga Tempat Pemakaman Umum (TPU), Petugas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).


    Selain menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap mereka yang menjalankan tugas sosial di tengah masyarakat, momentum tersebut dimanfaatkan Wali Kota H. Arlan untuk menyampaikan pesan penting menghadapi kondisi cuaca yang saat ini cukup ekstrem.


    Kekompakan, menurut Arlan, bukan hanya soal bekerja bersama, tetapi bagaimana masyarakat saling membantu dan peduli ketika menghadapi kesulitan.


    Terlebih, Prabumulih dan sejumlah daerah di Sumatera Selatan saat ini menghadapi musim kemarau yang panjang. Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


    “Dalam kondisi seperti ini kita harus kompak. Saling menolong, saling mengingatkan dan jangan hanya memikirkan diri sendiri,” pesan Arlan.


    Ia meminta seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Hal kecil yang dilakukan tanpa kehati-hatian, kata dia, dapat berujung pada kebakaran yang merugikan banyak orang.


    Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar.


    Arlan menegaskan masyarakat jangan sekali-kali membuka lahan dengan cara membakar, meskipun areal yang dibakar dianggap kecil.


    “Jangan sesekali membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.


    Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan mudah merambat dan sulit dikendalikan ketika kondisi lahan kering serta angin cukup kencang.


    Selain persoalan lahan, masyarakat juga diminta tidak lengah terhadap potensi kebakaran yang bersumber dari dalam rumah.


    Warga diingatkan memastikan seluruh peralatan listrik dan kompor dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah.


    “Kalau keluar rumah, pastikan kompor sudah mati. Peralatan listrik yang tidak diperlukan juga dipastikan sudah dimatikan,” pesannya.


    Insentif Bentuk Perhatian Pemerintah


    Sementara itu, penyaluran dana insentif Triwulan III tersebut menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kota Prabumulih terhadap para penerima yang selama ini menjalankan fungsi sosial di tengah masyarakat.


    Keberadaan petugas sosial, penjaga TPU, veteran, warakawuri, Perip, PSM maupun TKSK dinilai memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menjangkau dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.


    Karena itu, Arlan berharap dana insentif yang diterima dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas masing-masing.


    Ia juga mengajak seluruh penerima insentif untuk terus menjaga komunikasi serta kebersamaan dengan pemerintah dan masyarakat.


    “Yang penting kita tetap kompak. Kalau ada persoalan di lingkungan, mari kita bantu dan cari solusinya bersama,” ujarnya.


    Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau.


    Sebab, pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam maupun pemerintah.


    Keselamatan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.


    Dengan saling mengingatkan, tidak membakar lahan sembarangan, serta memastikan sumber api dan peralatan rumah tangga benar-benar aman, potensi kebakaran di tengah kemarau panjang diharapkan dapat ditekan.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama