• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Iklan

    Kriminal

    Sabut Kelapa Disulap Jadi Penangkal Tumpahan Minyak

    14 September 2026, September 14, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T05:58:39Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID | PRABUMULIH
    — Limbah sabut kelapa yang selama ini kerap berakhir menjadi sampah, kini mendapat nilai guna baru. Pertamina EP Prabumulih Field mengolahnya menjadi peralatan penanggulangan tumpahan minyak untuk menunjang keandalan operasi hulu migas.


    Inovasi tersebut diberi nama OSEKA (Oil Spill Equipment Sabut Kelapa). Produk ini dibuat dalam tiga bentuk, yakni absorbent pad, oil boom, dan serbuk.


    Inovasi OSEKA mulai dikembangkan sejak April 2026. Gagasannya berangkat dari persoalan limbah sabut kelapa yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat di sekitar wilayah operasi.


    Sabut kelapa dinilai memiliki daya serap yang cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai material dasar peralatan penanggulangan tumpahan minyak (oil spill equipment/OSE).


    Setelah melalui sejumlah riset dan uji coba, Pertamina EP Prabumulih Field mulai memproduksi OSEKA untuk mendukung sistem kesiapsiagaan operasional perusahaan.


    Dari sisi biaya, inovasi ini juga diklaim lebih ekonomis. Biaya pembuatan OSEKA disebut sekitar Rp14.500 per buah, dengan kemampuan penggunaan kembali hingga enam kali. Sementara peralatan OSE konvensional yang digunakan di industri migas umumnya hanya digunakan sekali.


    Pjs. Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field, Eko Bagus Wibowo, mengatakan inovasi tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk kebutuhan operasional, tetapi juga menjadi upaya memanfaatkan limbah sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat.


    “Semangat inovasi Pertamina EP Prabumulih Field terus menyala seiring kewajiban kami memenuhi pasokan energi. OSEKA tidak hanya menjawab persoalan limbah sabut kelapa, tetapi juga menjadi solusi baru ramah lingkungan untuk kebutuhan operasi hulu migas yang andal,” kata Eko.


    Ke depan, perusahaan berencana meningkatkan produksi OSEKA dengan melibatkan kelompok masyarakat di sekitar wilayah operasi.


    Pelibatan masyarakat tersebut diharapkan tidak hanya membantu ketersediaan peralatan pendukung operasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dari pengolahan limbah sabut kelapa.


    “Kami ingin OSEKA menjadi wujud kehadiran Pertamina EP Prabumulih Field yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.


    Pertamina EP Prabumulih Field merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 atau PHR Zona 4. Wilayah operasi PHR Zona 4 mencakup tujuh wilayah kerja, yakni PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering dan PHE Raja Tempirai.


    Wilayah kerja tersebut tersebar di Kota Prabumulih dan Palembang serta Kabupaten Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ulu.


    PHR Zona 4 berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama