PALEMBANG, PP - Kejaksaan Tinggi Sumsel seusai menerima rombongan aliansi Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Prabumulih meminta untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bibit ikan unggul Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan peternakan (DPPKP). Rombongan yang diterima langsung oleh Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumsel Adil Wahyu Wijaya SH.M.H begitu mendapat informasi tersangka Hanunah belum ditahan, Adil langsung mengkonfirmasi Kejaksaan Negeri Prabumulih seputar belum dilakukannya penahanan terhadap Hanunah.
Menanggapi laporan LSM, Adil meyakinkan bahwa dirinya bisa menjamin Kejari Prabumulih. "Tadi barusan saya telepon langsung Kejari Prabumulih. Dari informasinya yang kita terima, saya bisa menjamin dalam waktu dekat ini sudah ada perkembangan signifikan soal kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bibit ikan unggul Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan peternakan yang diproses oleh Kejari Prabumulih.
Selain menindaklanjuti kasus Dugaan Korusi DPPKP dengan tersangka Hanunah, Aliansi Gabungan LSM Prabumulih yang yang diwakili oleh Sastra Amiadi, Solahudin AK, Nazer, Ibrahim, Romy dan Epan ini, juga mengajukan berkas kasus dugaan korupsi Water Intake di Kelurahan Payuputat dan Desa Tanjung Dalam yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang merugikan keuangan Negara sebesar Rp.36 M.
Menurut Sastra Cs, Proyek Water Intake yang lama masih morat-maritnya kondisi dua proyek besar itu saat ini, khususnya water plant Tanjung Dalam pasca kebakaran beberapa tahun lalu. Proyek yang lama saja belum tuntas, kini proyek baru diluncurkan pula, ujarnya.
"Jika Kejaksaan Tinggi merasa masih membutuhkan data yang lebih konkrit dari yang kita bawa saat ini, Kami selaku LSM Siap mendampingi Bapak-Bapak sekalian turun kelapangan untuk melakukan investigasi. Kuat dugaan ada permainan dibalik Proyek tersebut" ujarnya.
Selain itu, Aliansi Gabungan LSM Prabumulih juga mempertanyakan proyek pemasangan pipa di sepanjang jalan sungai medang karena seperti dikerjakan diam-diam dan tanpa papan plang nama proyek. “Akibat pelaksanan proyek ini bebeberapa warga pengguna jalan yang melintas terjerumus ke lubang galian pipa terutama di dekatjembatan itu. Kita tidak mengerti tujuan proyek tersebut Karena tahun kemarin sudah ada pemasangan dan sekarang dibongkar lagi" tandasnya. PP/RED
Menanggapi laporan LSM, Adil meyakinkan bahwa dirinya bisa menjamin Kejari Prabumulih. "Tadi barusan saya telepon langsung Kejari Prabumulih. Dari informasinya yang kita terima, saya bisa menjamin dalam waktu dekat ini sudah ada perkembangan signifikan soal kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bibit ikan unggul Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan peternakan yang diproses oleh Kejari Prabumulih.
Selain menindaklanjuti kasus Dugaan Korusi DPPKP dengan tersangka Hanunah, Aliansi Gabungan LSM Prabumulih yang yang diwakili oleh Sastra Amiadi, Solahudin AK, Nazer, Ibrahim, Romy dan Epan ini, juga mengajukan berkas kasus dugaan korupsi Water Intake di Kelurahan Payuputat dan Desa Tanjung Dalam yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang merugikan keuangan Negara sebesar Rp.36 M.
Menurut Sastra Cs, Proyek Water Intake yang lama masih morat-maritnya kondisi dua proyek besar itu saat ini, khususnya water plant Tanjung Dalam pasca kebakaran beberapa tahun lalu. Proyek yang lama saja belum tuntas, kini proyek baru diluncurkan pula, ujarnya.
"Jika Kejaksaan Tinggi merasa masih membutuhkan data yang lebih konkrit dari yang kita bawa saat ini, Kami selaku LSM Siap mendampingi Bapak-Bapak sekalian turun kelapangan untuk melakukan investigasi. Kuat dugaan ada permainan dibalik Proyek tersebut" ujarnya.
Selain itu, Aliansi Gabungan LSM Prabumulih juga mempertanyakan proyek pemasangan pipa di sepanjang jalan sungai medang karena seperti dikerjakan diam-diam dan tanpa papan plang nama proyek. “Akibat pelaksanan proyek ini bebeberapa warga pengguna jalan yang melintas terjerumus ke lubang galian pipa terutama di dekatjembatan itu. Kita tidak mengerti tujuan proyek tersebut Karena tahun kemarin sudah ada pemasangan dan sekarang dibongkar lagi" tandasnya. PP/RED
