PRABUMULIH, PP - Apes dialami Nopriadi (26), warga Taman Baka Jalan Bima, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih. Bermaksud hendak menagih hutangnya sebesar Rp150 ribu kepada temannya, dirinya malah mendapat bacokan parang hingga menyebabkan korban menderita luka robek sepanjang 10 cm dan dalam sekitar 7 cm, di bagian lengan kanannya. Akibatnya korban terpaksa dilarikan ke RS AR Bunda Prabumulih.
Peristiwa pembacokan dialami korban Nopriadi, pada Selasa (9/4/2013) malam sekitar pukul 22.30 wib, tidak jauh dari rumah korban. Korban dibacok oleh AK bersaudara yang tak lain merupakan teman sekaligus tetangganya. Belum diketahui pasti motif pembacokan tersebut, namun diduga lantaran pelaku kesal karena selalu ditagih hutang oleh korban.
Menurut informasi, malam sebelum kejadian, korban mengirimkan pesan singkat melalui short massage service (SMS) ke telepon genggam milik pelaku AK. Dalam pesan singkatnya itu, korban menanyakan perihal hutang AK kepadanya sebesar Rp150 ribu yang tidak kunjung dilunasi pelaku.
Berselang beberapa menit kemudian, korban menerima pesan balasan dari AK. Pelaku meminta korban agar menemuinya di kawasan Taman Baka tak jauh dari rumahnya (TKP). Mendapat pesan itu, korban bergegas menemui AK. Ketika itu dirinya menduga AK akan melunasi hutangnya.
Namun setibanya di lokasi, korban bertemu dengan AK dan kakaknya (belum diketahui namanya -red). Ketika itu, kakak AK langsung membentaknya dan mempertanyakan maksud isi SMS kepada adiknya. Saat itu, korban masih menganggap hal itu biasa dan berusaha menjelaskan duduk persoalannya.
Tapi apa kata, belum selesai korban menjelaskan, tiba-tiba kakak AK mengeluarkan sebilah parang yang diduga telah disiapkan sebelumnya dan langsung mengayunkannya secara membabi buta ke arah korban. Diduga tidak berimbang dan tidak menyangka mendapat serangan tersebut, korban terkena sabetan pada lengan bagian kanan korban.
Beruntung saat itu ada warga yang melihat. Oleh warga, korban langsung dilarikanke RS AR Bunda Prabumulih, sementara pelaku AK bersaudara langsung kabur. “Aku tuh nagih utang 150 ribu samo dio, dio nyuruh datang, dak taunyo tau-tau waktu betemu dio bacok aku pakai parang. Kareno dak sempat menghindar akhirnyo tangan aku luko,” kata korban, sambil meringis menahan sakit.
Kapolres Prabumulih, AKBP Yerry Oskag SIk melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP A Yani SH didampingi Kanit Reskrim Ipda Siswanto SH, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. “Korban dibacok temanya. Selain itu korban juga telah melapor. Kasusnya masih dalam penyelidikan sedangkan pelaku masih dalam pengejaran,” pungkasnya.(bertandacom/dn)
Peristiwa pembacokan dialami korban Nopriadi, pada Selasa (9/4/2013) malam sekitar pukul 22.30 wib, tidak jauh dari rumah korban. Korban dibacok oleh AK bersaudara yang tak lain merupakan teman sekaligus tetangganya. Belum diketahui pasti motif pembacokan tersebut, namun diduga lantaran pelaku kesal karena selalu ditagih hutang oleh korban.
Menurut informasi, malam sebelum kejadian, korban mengirimkan pesan singkat melalui short massage service (SMS) ke telepon genggam milik pelaku AK. Dalam pesan singkatnya itu, korban menanyakan perihal hutang AK kepadanya sebesar Rp150 ribu yang tidak kunjung dilunasi pelaku.
Berselang beberapa menit kemudian, korban menerima pesan balasan dari AK. Pelaku meminta korban agar menemuinya di kawasan Taman Baka tak jauh dari rumahnya (TKP). Mendapat pesan itu, korban bergegas menemui AK. Ketika itu dirinya menduga AK akan melunasi hutangnya.
Namun setibanya di lokasi, korban bertemu dengan AK dan kakaknya (belum diketahui namanya -red). Ketika itu, kakak AK langsung membentaknya dan mempertanyakan maksud isi SMS kepada adiknya. Saat itu, korban masih menganggap hal itu biasa dan berusaha menjelaskan duduk persoalannya.
Tapi apa kata, belum selesai korban menjelaskan, tiba-tiba kakak AK mengeluarkan sebilah parang yang diduga telah disiapkan sebelumnya dan langsung mengayunkannya secara membabi buta ke arah korban. Diduga tidak berimbang dan tidak menyangka mendapat serangan tersebut, korban terkena sabetan pada lengan bagian kanan korban.
Beruntung saat itu ada warga yang melihat. Oleh warga, korban langsung dilarikanke RS AR Bunda Prabumulih, sementara pelaku AK bersaudara langsung kabur. “Aku tuh nagih utang 150 ribu samo dio, dio nyuruh datang, dak taunyo tau-tau waktu betemu dio bacok aku pakai parang. Kareno dak sempat menghindar akhirnyo tangan aku luko,” kata korban, sambil meringis menahan sakit.
Kapolres Prabumulih, AKBP Yerry Oskag SIk melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP A Yani SH didampingi Kanit Reskrim Ipda Siswanto SH, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. “Korban dibacok temanya. Selain itu korban juga telah melapor. Kasusnya masih dalam penyelidikan sedangkan pelaku masih dalam pengejaran,” pungkasnya.(bertandacom/dn)
