LINGKAR BARAT, PP - Kontraktor PT. Gajah Mada pada proyek pembangunan jalan Lingkar Barat Kota Prabumulih dalam beberapa hari terakhir tampak menggesa perampungan proyek rehabilitasi jalan lingkar barat dari tugu air mancur hingga Tugu Nanas kecamatan Prabumulih Barat.
Wartawan Posmetro Prabu, Kamis siang tadi (02/05), melaporkan jalan lingkar yang dibangun menggunakan APBD murni Kota Prabumulih sebesar Rp.38 miliar mulai digesa pelaksanaannya. Pengaspalan kini sudah sampai hingga ke jembatan dekat RSUD Kota Prabumulih. Beberapa pekerja tampak sibuk melakukan pembersiahan bahu jalan untuk selanjutnya dilakukan pengaspalan.
Wartawan Posmetro Prabu, Kamis siang tadi (02/05), melaporkan jalan lingkar yang dibangun menggunakan APBD murni Kota Prabumulih sebesar Rp.38 miliar mulai digesa pelaksanaannya. Pengaspalan kini sudah sampai hingga ke jembatan dekat RSUD Kota Prabumulih. Beberapa pekerja tampak sibuk melakukan pembersiahan bahu jalan untuk selanjutnya dilakukan pengaspalan.
Namun demikian dibeberapa bagian titik jalan masih banyak ditemukan pekerjaan rehab yang tidak sesuai dengan ketentuan. Semisal pihak kontraktor seoalah tidak memikirkan resiko pengguna jalan khususnya roda dua atau warga petani kebun karet yang kerap menggunakan jalan guna melakukan aktivitas sehari-hari. Pasalnya, sejauh ini warga mulai resah akibat tanah timbunan atau bekas galian yang tercecer di bahu jalan kini berubah menjadi debu sehingga para pengguna jalan merasa terganggu dengan aktivitas proyek yang tidak peduli dengan lingkungan.
Selain itu, minimnya petunjuk atau rambu-rambu pada proyek kerap kali membuat pengguna jalan nyaris terjebak kedalam galian jalan.
"Mohon jika bisa, tolonglah rambu-rambu dipasang dijalan yang sedang diperbaiki agar pengguna jalan tidak terjebak kedalam galian jalan. Karna bukan tidak mungkin ini bisa mengakibatkan kecelakaan yang berujung maut. Jangan dianggap sepelelah karna menyangkut keselamatan" ujar Nawawi (43) salah seorang warga yang melintas di area proyek rehabilitasi jalan Lingkar. (pp/02)