PANGKUL, PP - Sehubungan telah dilakukan pelelangan paket pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Prabumulih melalui LPSE Prabumulih, paket pekerjaan yang didanai melalui APBD Kota Prabumulih sebagian besar sudah dilelang.
Sejalan dengan itu reakanan kontraktor pun mulai memasukkan penawaran harga guna mengikuti pelelangan paket pekerjaan. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Prabumulih, Ir Ardi Supratman, saat dibincangi Posmtero Prabu diruang kerjanya, selasa (7/5).
”Alhamdulillah, kita sudah lakukan lelang pekerjaan pada LPSE Prabumulih, baik pekerjaan di Bina Marga maupun Cipta Karya dan selanjutnya akan menyusul paket pekerjaan lainnya,” jelas Ardi Supratman.
Sebelumnya beberapa asumsi dari pengamat menilai paket pekerjaan bakal memakan waktu cukup lama untuk dilelang. Pasalnya, Dualisme kepemimpinan masih mewarnai sekretariat perkantoran berlantai delapan itu pasca belum dilakukannya pelantikan terhadap pasangan pemenang Pilkada Prabumulih sebagai Walikota definitif. Selain itu juga muncul asumsi Kepala Dinas untuk saat ini dalam tekanan hingga belum menenderkan beberapa paket pekerjaan kepada publik.
Hal ini dengan tegas dibantah oleh Kepala Dinas PU Kota Prabumulih. Soal lambatnya paket pekerjaan dilelang menurut Ardi adalah, Panitia pekerjaan belum sanggup untuk melaksanakan lelang secara serentak. Untuk mengatasinya lanjut Ardi, pihaknya memilih untuk dibagi dan pelelelangan paket dilakukan pertahap. Namun harapan dan target kita, bulan Juni 2013, seluruh paket pekerjaan sudah dilakukan pelelangan di LPSE, hingga para pemborong sudah dapat mempersiapkan diri untuk ikut pelelangan tersebut,” tandas Ardi.
Ditanya mengenai isu-isu, yang menyatakan bahwa pelaksanaan paket lelang ini sarat muatan politis dan adanya tarik ulur kepentingan, Ardi menjelaskan bahwa ia tidak dalam kapasitas untuk membahas hal tersebut. Kiay, sapaan akrabnya dengan tegas mengatakan bahwasanya Dinas yang dipimpinnya tidak dalam tekanan siapapun.
Ditanya mengenai isu-isu, yang menyatakan bahwa pelaksanaan paket lelang ini sarat muatan politis dan adanya tarik ulur kepentingan, Ardi menjelaskan bahwa ia tidak dalam kapasitas untuk membahas hal tersebut. Kiay, sapaan akrabnya dengan tegas mengatakan bahwasanya Dinas yang dipimpinnya tidak dalam tekanan siapapun.
“Kita orang teknis, dan bukan politikus, yang jelas kita bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku dan tetap professional,” kata Ardi diplomatis.
Seperti diketahui, ruang tunggu ruang Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang berada dilantai 4, gedung Perkantoran Pemerintahan Kota Prabumulih, bak pasar inpres, jika kepala dinas sedang berkantor. Macam-macam keperluan orang yang akan menghadap, baik untuk meminta pekerjaan kepada kepala dinas, butuh bantuan dan hal-hal lain. Mirisnya lagi, banyak isu-isu “perang paket” antar pemborong dan orang-orang yang mendadak jadi pemborong. Tentu hal ini akan melemahkan kredibilitas dan profesionalitas Dinas Pekerjaan Umum Prabumulih.(bmg)
