KARANG RAJA, PP - Pagi-Pagi sekali Mbah Saleh (69) warga kelurahan Karang Raja Prabumulih Timur tampak berusaha menutupi lubang jalan di depan rumahnya. Bermodalkan cangkul dan bekas karung beras, pria di usianya yang senja itu tetap berusaha sedikit demi sedikit memperbaiki kerusakan jalan yang kian melebar di Jalan Bukit Lebar Kota Seinggok Sepemunyian ini.
Pagi itu Rabu (22/05) Mbah kepada Posmetro Prabu mengatakan bahwa semalam terdengar bunyi seperti orang terpental dari motor didepan rumahnya.
"Masih ada bekasnya disini. Disini ni kan gelap, mana jalannya banyak lubang pulo. Semalam itu rasonyo dah nak bangun bae dari tempat tidur oleh ado suaro lok budak nyampak dari motor. Tapi prasaan lesu nak keluar rumah. Pas pagi-paginyo benar nian masih ado bekas budak nyampak dari motor disini. Men disini lah deman kecelakaan" ujar Mbah Saleh.
Pantauan portal ini dilapangan, disepanjang jalan masuk bukit lebar dari depan kantor kelurahan tugu kecil hingga balai pengujian KIR dinas Perhubungan Kota Prabumulih kondisi jalan kian memprihatinkan. Dari penuturan beberapa warga menyebutkan bahwa, disepanjang jalan ini sudah sering terjadi kecelakaan khususnya pengendara sepeda motor.
Kendati demikian, pemerintah seolah tutup mata dengan kondisi jalan yang rusak parah tersebut. Padahal jika dihitung-hitung tidak butuh biaya banyak untuk memperbaiki jalan ini. Jumlah uang ratusan juta tidak lebih banyak dibanding keselamatan para pengguna jalan. Lantas apakah pemerintah harus menunggu jatuhnya korban jiwa baru melakukan perbaikan? (pp/red)