PRABUMULIH, PP--Anggota DPRD Prabumulih dari Komisi III, Adi Susanto
menegaskan, kepada Dinas PU Prabumulih dan para kontraktor agar jangan
sampai ada proyek fisik yang tak selesai. Pasalnya, mengingat waktu yang
tersisa hanya kurang lebih tiga bulan sebelum tutup buku anggaran tahun
2013.
"Kita dari Komisi III DPRD minta semua proyek fisik harus selesai semua, jangan ada yang tak selesai," tegas Adi, Minggu (29/9).
Adi menerangkan, dalam anggaran APBD Perubahan sepertinya diprioritaskan untuk pembangunan fisik. Setidaknya diketahui untuk dinas PU ada penambahan anggaran sekitar Rp 44 miliar. Jika sebelumnya APBD 2013 di dinas PU anggarannya sebesar Rp 194 miliar, maka kini total anggaran PU setelah ditambah anggaran APBD Perubahan mencapai Rp 238 miliar.
"Ya bertambah sekitar Rp 44 miliar anggaran PU setelah APBD Perubahan," ujarnya.
Salah satu proyek fisik yang masuk dalam anggaran PU tersebut, tambah Adi, yakni peningkatan Jalan Bukit Lebar yang menelan anggaran Rp 6 miliar.
"Untuk proyek Jalan Bukit Lebar agar dikerjakan tepat waktu, mengingat tinggal beberapa bulan lagi," katanya.
Masih kata Adi, tak hanya proyek fisik yang ada di anggaran perubahan saja yang digenjot tapi proyek yang belum dikerjakan sebelumnya, harus juga diselesaikan.
"Kita dari Komisi III meminta kepada dinas PU dalam hal fisik pembangunan, benar-benar meninjau ke lapangan. Sehingga pembangunan tidak ada menumpuk dibeberapa tempat saja," ungkapnya.
Nah untuk masalah pembangunan jalan tower 1 yang sempat dipertanyakan warga, terang Adi, pihaknya dari Komisi III sangat menyayangkan batal dikerjakan proyek tersebut. Padahal proyek jalan tower 1 tersebut sudah dianggarkan. Dan parahnya, proyek itu batal dikerjakan tanpa koordinasi dengan anggota Komisi III DPRD Prabumulih.
"Kita dari Komisi III DPRD Prabumulih akan mempertanyakan proyek tersebut ke Dinas PU Prabumulih, kenapa batal dikerjakan padahal sudah dianggarkan. Ini harus ada kejelasan sebab akan menjadi sorotan. Kita juga menyayangkan pembatalan itu tanpa koordinasi ke Komisi III," pungkasnya. (pp/02/nd)
"Kita dari Komisi III DPRD minta semua proyek fisik harus selesai semua, jangan ada yang tak selesai," tegas Adi, Minggu (29/9).
Adi menerangkan, dalam anggaran APBD Perubahan sepertinya diprioritaskan untuk pembangunan fisik. Setidaknya diketahui untuk dinas PU ada penambahan anggaran sekitar Rp 44 miliar. Jika sebelumnya APBD 2013 di dinas PU anggarannya sebesar Rp 194 miliar, maka kini total anggaran PU setelah ditambah anggaran APBD Perubahan mencapai Rp 238 miliar.
"Ya bertambah sekitar Rp 44 miliar anggaran PU setelah APBD Perubahan," ujarnya.
Salah satu proyek fisik yang masuk dalam anggaran PU tersebut, tambah Adi, yakni peningkatan Jalan Bukit Lebar yang menelan anggaran Rp 6 miliar.
"Untuk proyek Jalan Bukit Lebar agar dikerjakan tepat waktu, mengingat tinggal beberapa bulan lagi," katanya.
Masih kata Adi, tak hanya proyek fisik yang ada di anggaran perubahan saja yang digenjot tapi proyek yang belum dikerjakan sebelumnya, harus juga diselesaikan.
"Kita dari Komisi III meminta kepada dinas PU dalam hal fisik pembangunan, benar-benar meninjau ke lapangan. Sehingga pembangunan tidak ada menumpuk dibeberapa tempat saja," ungkapnya.
Nah untuk masalah pembangunan jalan tower 1 yang sempat dipertanyakan warga, terang Adi, pihaknya dari Komisi III sangat menyayangkan batal dikerjakan proyek tersebut. Padahal proyek jalan tower 1 tersebut sudah dianggarkan. Dan parahnya, proyek itu batal dikerjakan tanpa koordinasi dengan anggota Komisi III DPRD Prabumulih.
"Kita dari Komisi III DPRD Prabumulih akan mempertanyakan proyek tersebut ke Dinas PU Prabumulih, kenapa batal dikerjakan padahal sudah dianggarkan. Ini harus ada kejelasan sebab akan menjadi sorotan. Kita juga menyayangkan pembatalan itu tanpa koordinasi ke Komisi III," pungkasnya. (pp/02/nd)
