PALI, PP - Setelah menjadi Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) khususnya daera Simpang Raja harga jual tanahnya melonjak tinggi. Pasalnya, di daerah tersebut direncanakan akan menjadi pusat perkantoran.
Mulyadi (36) warga Simpang Raja, Kabupaten PALI mengakui sejak terdengar akan dibangun pusat perkantoran di daerah Simpang Raja para penduduk setempat mematok harga jual tanah semaunya saja. Dicontohkan lahan dengan luas 7 X 24 meter sudah ditawar orang dengan harga ratusan juta rupiah.
"Harga tanah disini sudah ratusan juta apalagi yang ada disimpang empat arah masjid Al Kautsar. Padahal sebelumnya harga lahan disini tidak seperti sekarang," ungkapnya.
Memang, dikatakan dia, saat ini sudah banyak warga luar Kabupaten PALI membeli tanah di sekitar daerah tersebut.
"Tidak tau tanah itu dibeli untuk dibuat apa. Yang jelas sepertinya untuk investasi saja mereka itu," pungkasnya.
Camat Talang Ubi Asrohi membenarkan adanya harga tanah disimpang raja meroket. Sebab, jalan tersebut merupakan jalan poros dan akses jalan untuk perekonomian rakyat.
"Memang kalau tidak salah daerah itu akan dijadikan pusat perkantoran Pemerintah Kabupetan PALI. Ya, kalau tidak ada perubahan," tegasnya.
Mulyadi (36) warga Simpang Raja, Kabupaten PALI mengakui sejak terdengar akan dibangun pusat perkantoran di daerah Simpang Raja para penduduk setempat mematok harga jual tanah semaunya saja. Dicontohkan lahan dengan luas 7 X 24 meter sudah ditawar orang dengan harga ratusan juta rupiah.
"Harga tanah disini sudah ratusan juta apalagi yang ada disimpang empat arah masjid Al Kautsar. Padahal sebelumnya harga lahan disini tidak seperti sekarang," ungkapnya.
Memang, dikatakan dia, saat ini sudah banyak warga luar Kabupaten PALI membeli tanah di sekitar daerah tersebut.
"Tidak tau tanah itu dibeli untuk dibuat apa. Yang jelas sepertinya untuk investasi saja mereka itu," pungkasnya.
Camat Talang Ubi Asrohi membenarkan adanya harga tanah disimpang raja meroket. Sebab, jalan tersebut merupakan jalan poros dan akses jalan untuk perekonomian rakyat.
"Memang kalau tidak salah daerah itu akan dijadikan pusat perkantoran Pemerintah Kabupetan PALI. Ya, kalau tidak ada perubahan," tegasnya.