POSMETRO.ID | MUSIRAWAS - Proyek pembangunan jalan usaha tani menuju Sungai Nile tepatnya di desa Taba Tengah Kecamatan Selangit Kabupaten Musirawas yang dibangun menggunakan Dana Desa kondisinya kini memprihatinkan karna mulai hancur padahal baru seumur jagung. Pengurangan volume bangunan pun mencuat lantaran proyek belum genap berumur setahun.
Pantauan POSMETRO.ID, selain telah banyak mengalami kerusakan, ukuran bahu jalan juga bervariasi. Keanehan juga terpantau manakala bangunan dibuat asal jadi. Sebab beberapa batang kayu nyaris bertabrakan dengan bangunan jalan.
"Aneh sih Pak. Baru ini ada proyek jalan setapak tidak punya perencanaan yang matang. Kita masyarakat awam saja tahu bagaimana seharusnya membangun jalan. Ini asal jadi gimana gak cepat rusak. Mohonlah aparat penegak hukum sesekali terjun ke lokasi. Lihat ini nah, proyek asal jadi ajang korupsi aparat Desa" ujar salah seorang warga yang kesal melihat proyek.
Kepada POSMETRO.ID, warga tersebut juga mengaku bahwa usia bangunan masih tergolong baru. "Usia pastinya tidak ingat. Namun yang jelas belum genap setahun" ujarnya.
Menyusuri sepanjang jalan setapak ini hampir tidak ditemukan warga yang melintas. Tak jauh dari ujung jalan hanya satu warga yang melintas berjalan kaki. Saat disapa, warga tersebut mengaku baru pulang menyadap karet dari kebun.
Hampir tak terpantau aktifitas atau lalu lalang kenderaan roda dua. Begitu bangunan jalan ini banyak yang rusak di beberapa titik. Kualitas atau campuran bahan bangunan yang tidak sesuai membuat bangunan jalan bagian atas terkelupas dan menyisakan bebatuan campuran cor.
Demikian hasil investigasi proyek jalan setapak di Desa Taba Tengah Kabupaten Musirawas. Dari pantauan di lapangan dapat disimpulkan bahwa demikian cara aparat pemerintah desa melakukan korupsi untuk memperkaya diri. Membuat kegiatan pembangunan di tempat yang jauh dari keramain dan sulit terjangkau.
Sebab secara logika, bangunan ini jauh dari kata sesuai peruntukan dan kebutuhan khalayak ramai. Untuk itu, aksi dari aparat penegak hukum sangat dinantikan untuk mengurangi kebocoran keuangan Negara dan kejadian-kejadian serupa yang merugikan keuangan Negara.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Taba Tenga belum dapat memberikan klarifikasi. Konfirmasi yang dilayangkan melalui pesan whatsapp belum ada tanggapan. Begitupun saat dihubungi melalui telepon selulernya, sang kades tidak menanggapi.
(Dadang)
