• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Atlit Peraih Medali Emas Terlantar, KONI Prabumulih Lempar Tanggungjawab

    17 Maret 2023, Maret 17, 2023 WIB Last Updated 2023-03-17T07:47:38Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    PRABUMULIH - Komite olahraga nasional Indonesia (KONI) yang sejatinya fokus mengelola pengembangan olahraga yang berdaya saing di tingkat nasional maupun Kabupaten Kota faktanya justru bertolak belakang dengan keadaan dilapangan. Dana hibah yang diterima KONI Prabumulih Miliaran Rupiah pertahunnya justru semakin dipertanyakan penggunaanya. 



    Belum lagi sejumlah Cabang olahraga (Cabor) yang bernaung di KONI Kota Prabumulih belakangan diketahui tidak menerima anggaran dana pembinaan 2022 dari lembaga ini yang semakin menguatkan kebobrokan pengelolaan dana pembinaan atlit di KONI Kota Prabumulih.




    Informasi ini semakin diperkuat dengan data terbaru yakni beberapa atlit berprestasi peraih medali emas yang berlaga di luar daerah terpaksa terlantar akibat tidak memiliki dana sekedar ongkos pulang seusai bertanding di gelaran Lampung Championship ke-6 Piala Kemenpora RI 2023..



    Atlit berprestasi asal Prbaumulih ini berangkat ke Lampung mewakili Kota Prabumulih menggunakan dana seadanyanya. Tekad dan semangatnya yang tinggi berbanding terbalik dengan keterbatasan finansial yang dimilikinya. Upaya dan perjuangannya untuk mengharumkan nama Kota kelahirannya terus berapi-api hingga pada akhirnya berbuah manis. Atlit bernama Jeco Ganesha Yudia itu berhasil membawa pulang 1 medali emas setelah mengikuti turnamen Pencak Silat Lampung 6 Championship Piala Kemenpora RI 2023.



    Rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu saat panitia mengalungkan medali emas diatas podium terhadap dirinya. Namun tak lama setelah itu, perasaan buruk seketika menimpa anak remaja berumur belasan tahun tersebut. Ia dan rombongan berjumlah 4 orang itu nyaris terlantar karena tidak memiliki uang untuk sekedar Pulang ke Prabumulih menunjukkan hasil perjuangannya kepada Ayah Ibu beserta keluarga tercinta dan Perguruan dimana ia berlatih.



    Informasi atlit pencak silat yang terlantar dan nyaris tak bisa pulang ke kota asal begitu cepat beredar di media sosial. Beruntung informasi tersebut sampai ketelinga antar perguruan silat disana sehingga atlit pencak silat Kota Prabumulih itu akhirnya bisa pulang berkat bantuan beberapa perguruan silat yang hadir di acara piala Kemenpora RI 2023 itu.



    Ketau KONI Kota Prabumulih Beny Rizal yang dikonfirmasi awak media menyangkut minimnya perhatian kepada Atlit mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya belum bisa berbuat banyak membantu Cabang Olahraga (Cabor). Alasannya kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala BKPSDM Kota Prabumulih itu karena tahun ini Kota Prabumulih belum ada anggaran untuk membantu pembinaan atlit.



    “Untuk saat ini KONI Kota Prabumulih belum bisa berbuat dan membantu cabor yang mengikuti ajang kompetisi olahraga. Sebagaimana kita ketahui bersama, Tahun ini (APBD-2023), KONI Kota Prabumulih belum  ada dana untuk membantu pembinaan atlit cabang olahraga" ujar Benny yang ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Prabumulih.



    Kemudian lanjut Sosok yang juga Ketua Organisasi Radio Amatir (ORARI) Kota Prabumulih itu, untuk informasi lebih jelas menyangkut anggaran KONI dia menghimbau untuk menghubungi Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Kota Prabumulih.



    "Menyangkut anggaran KONI yang belum tersedia Tahun ini biar lebih jelas silahkan menghubungi DKOP Kota Prabumulih" tukas Pria yang pernah menjabat Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Prabumulih itu. 



    Sementara itu, menyangkut dana Pembinaan yang tidak diterima oleh beberapa Pengurus Cabor (Pengcab) dari KONI Prabumulih menurut informasi yang diterima POSMETRO dari lingkungan Koni Prabumulih membenarkan bahwa ada 18 Cabor yang yang tidak menerima dana pembinaan.



    "Bukan berarti tidak dibagikan, namun sejumlah cabor tersebut memang sengaja tidak mau menerima dana Pembinaan 2022 tersebut dengan berbagai alasan. Dana pembinaan itu berjumlah Rp. 5.000.000 per tiap Cabor. Pembagiannya dipukul rata sebesar Rp. 5 Juta. Mungkin itu juga yang menjadi pertimbangan para pengcab tidak mau menerima dana pembinaan tersebut" ujar Sumber di KONI Kota Prabumulih.



    Dikatakan, Jumlah Cabor yang terdaftar di KONI Prabumulih saat ini sebanyak 45 Cabor. Sementara jumlah cabor yang diusulkan untuk mendapatkan dana pembinaan di KONI Prabumulih sebanyak 41 Cabor. Kemudian 18 Cabor diantaran menolak menerima dengan berbagai alasan dan pertimbangan.



    "Dengan demikian, dana yang seharusnya disalurkan kepada 18 Cabor tersebut terpaksa dikembalikan ke KAS daerah karena tidak diterima. Langsung kita serahkan ke KAS daerah, jangan sampai mengendap di Koni" pungkas Sumber tanpa menyebut nama Cabor yang menolak menerima dana Pembinaan. Jun. M

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini