• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Bak Pejuang, Ribuan Mahasiswa UNSRI Diberangkatkan Demo Dengan Doa

    01 September 2025, September 01, 2025 WIB Last Updated 2025-09-01T07:51:51Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID | OGAN ILIR
    – Matahari pagi belum terlalu terik ketika lapangan Parkir UNSRI dipenuhi ribuan mahasiswa. Dengan semangat membara, mereka bersiap menuju Palembang untuk menyuarakan aspirasi. Bendera-bendera organisasi mahasiswa berkibar, suara yel-yel menggema, dan sorot mata penuh idealisme tampak jelas di wajah mereka.



    Namun, di balik semangat itu, ada pesan penuh makna dari Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K., yang dengan hangat melepas keberangkatan mereka.



    “Silakan sampaikan aspirasi dengan damai dan tertib. Jangan sampai ada penumpang gelap yang menunggangi perjuangan kalian. Ingat, anarkisme hanya akan merugikan adik-adik sendiri,” ucap Kapolres, disambut tepuk tangan mahasiswa.


     

    Pesan itu menjadi penegas bahwa perjuangan mahasiswa bukan hanya tentang menyuarakan keresahan, tetapi juga menjaga nama baik gerakan moral yang mereka bawa.



    Di antara ribuan mahasiswa, ada yang datang dengan mengenakan almamater lusuh, ada pula yang membawa tas kecil berisi air minum dan makanan seadanya. Mereka sadar, perjuangan di jalanan bukanlah perkara ringan. Namun, idealisme membuat langkah kaki tetap tegap.



    “Ini bukan sekadar aksi, tapi panggilan hati untuk bangsa,” ujar Rina (20), salah satu mahasiswa Fakultas Hukum, dengan suara bergetar.



    Dr. Inayati Mandayuni, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unsri, turut hadir melepas para mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa perjuangan di jalanan harus tetap berlandaskan etika akademik.



    “Mahasiswa adalah agen perubahan. Sampaikan aspirasi dengan kritis namun santun. Itulah ciri mahasiswa sejati,” ujarnya.


    Tak hanya soal tuntutan, keberangkatan 1.000 mahasiswa Unsri hari itu menjadi simbol kuat bahwa generasi muda masih peduli pada nasib bangsa. Mereka datang dengan tekad agar suara rakyat tak pernah padam.



    Kapolres bersama jajarannya memastikan keberangkatan mereka berjalan aman. Baginya, izin keberangkatan ini adalah bentuk penghormatan terhadap hak menyampaikan pendapat, selama dijalankan damai dan sesuai hukum.



    Seiring bus-bus mahasiswa meninggalkan Mapolres, semangat mereka seolah meninggalkan pesan: aspirasi adalah suara rakyat, dan suara rakyat tak boleh padam oleh intimidasi maupun provokasi*Jun

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama