POSMETRO.ID | PRABUMULIH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah di Sumatra dalam sepekan ke depan, 15–21 Februari 2026. Kondisi ini dipicu penguatan Monsun Asia yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah barat Indonesia.
BMKG menyebut, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari, dan di beberapa titik bisa disertai petir serta angin kencang. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, hingga Lampung.
“Peningkatan aktivitas Monsun Asia berdampak pada suplai uap air yang signifikan di wilayah Sumatra. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat terjadi secara merata dalam beberapa hari ke depan,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Curah hujan yang tinggi dalam durasi cukup lama berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, di antaranya:
Banjir dan genangan di wilayah dataran rendah, Longsor di daerah perbukitan dan lereng, Pohon tumbang akibat angin kencang, Gangguan transportasi darat dan aktivitas masyarakat.
Daerah aliran sungai (DAS) dan kawasan permukiman padat penduduk menjadi titik yang perlu mendapat perhatian khusus. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta memantau tinggi muka air secara berkala.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah setempat. Selain itu, langkah antisipasi sederhana seperti memastikan saluran air tidak tersumbat, memangkas dahan pohon rapuh, serta menyiapkan perlengkapan darurat sangat dianjurkan.
Bagi nelayan dan masyarakat pesisir, peningkatan gelombang laut akibat dinamika atmosfer juga perlu menjadi perhatian sebelum melaut.
Dengan potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung hingga sepekan ke depan, kewaspadaan dini menjadi kunci untuk meminimalkan risiko. Pemerintah daerah di wilayah Sumatra pun diharapkan siaga dan melakukan mitigasi cepat apabila terjadi kondisi darurat.
Masyarakat diimbau tetap tenang, namun tidak lengah.
