POSMETRO.ID | PRABUMULIH – Di balik tersajinya makanan bergizi bagi masyarakat, ada satu hal krusial yang kerap luput dari perhatian: kesehatan para relawan dan staf dapur. Kesadaran inilah yang terus dijaga oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bambu Kuning Gunung Ibul bersama SPPG Flores Gunung Ibul, dengan secara rutin melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh relawan dan staf dapur.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut kembali digelar di Dapur SPPG Bambu Kuning Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, pada Minggu (8/2/2026). Ratusan relawan dan staf tampak antusias mengikuti pemeriksaan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keamanan pelayanan gizi masyarakat.
Pemeriksaan kesehatan ini diikuti oleh seluruh elemen yang terlibat langsung dalam operasional dapur, mulai dari relawan, staf, hingga pemilik dapur mitra pengelola SPPG Bambu Kuning dan SPPG Flores Gunung Ibul. Bagi mereka, dapur gizi bukan sekadar tempat memasak, tetapi pusat tanggung jawab sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Pemilik dapur sekaligus mitra pengelola SPPG Bambu Kuning Gunung Ibul, Nyayu Fauziah, yang akrab disapa Ziah, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan bagian tak terpisahkan dari standar pelayanan SPPG.
“Pemeriksaan kesehatan ini diikuti ratusan relawan dan staf dari SPPG Bambu Kuning dan SPPG Flores Gunung Ibul. Tujuannya untuk memastikan seluruh relawan dan staf dalam kondisi sehat, sehingga kualitas dan keamanan layanan pemenuhan gizi tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut Ziah, dapur SPPG memegang peran vital dalam proses pengolahan dan distribusi makanan bergizi, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kesehatan setiap orang yang terlibat di dapur harus menjadi perhatian utama.
Ziah juga menekankan, dapur yang sehat tidak hanya diukur dari kebersihan ruangan, peralatan masak, dan sistem pengolahan makanan, tetapi juga sangat ditentukan oleh kondisi fisik dan kesehatan para relawan.
“Jika relawan dan staf dalam kondisi sehat, risiko kontaminasi makanan bisa ditekan. Ini langkah preventif agar makanan yang dihasilkan benar-benar aman dikonsumsi,” jelasnya.
Lebih jauh, Ziah menyebut pemeriksaan kesehatan rutin ini sebagai bentuk tanggung jawab moral pengelola SPPG terhadap masyarakat. Pasalnya, makanan yang diolah dan disalurkan SPPG dikonsumsi oleh kelompok rentan yang sangat membutuhkan asupan gizi aman dan berkualitas.
“SPPG hadir untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat. Maka prosesnya harus aman dari hulu hingga hilir, termasuk memastikan para pengelolanya dalam kondisi sehat,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala SPPG Bambu Kuning Gunung Ibul, Agusti Apriansyah, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan telah menjadi agenda rutin bulanan yang dijalankan secara konsisten.
“Ini agenda rutin kami setiap bulan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh relawan dan staf yang terlibat langsung dalam pengolahan makanan berada dalam kondisi prima,” kata Agusti.
Ia menuturkan, pemeriksaan kesehatan mencakup pengecekan kondisi fisik dasar sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi proses kerja di dapur.
Melalui kegiatan tersebut, SPPG Bambu Kuning Gunung Ibul berharap kualitas pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat semakin terjamin, tidak hanya dari sisi kuantitas dan ketepatan sasaran, tetapi juga dari aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan.
“Dengan relawan yang sehat, pelayanan tentu akan lebih maksimal. Ini juga menjadi sarana edukasi agar relawan semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan pribadi, karena itu berdampak langsung pada kualitas layanan kepada masyarakat,” pungkas Agusti.
