POSMETRO.ID | LAHAT – Pemerintah Kabupaten Lahat kembali menggelar rapat lanjutan membahas rencana pembangunan ruas jalan Simpang Batu Surau menuju Desa Tunggul Bute yang akan dilaksanakan oleh PT Supreme Energy Rantau Dedap. Rapat berlangsung di lingkungan Pemkab Lahat dan dipimpin Asisten I Setda Lahat, Rudi Thamrin, Selasa (24/2/2026).
Dalam arahannya, Rudi Thamrin menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya guna menyampaikan perkembangan rencana pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 12 kilometer, dari Simpang Batu Surau menuju Desa Tunggul Bute.
Ia mengakui terdapat keterlambatan penyampaian informasi kepada masyarakat karena adanya pembahasan teknis serta penyesuaian kondisi lapangan.
“Jalan ini merupakan aset Pemerintah Kabupaten Lahat. Karena itu setiap tahapan harus dipastikan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Lahat, Mirzha, memaparkan bahwa pihaknya masih melakukan kajian teknis terkait pola konstruksi yang akan digunakan. Berdasarkan rekomendasi awal, jalan akan dibangun menggunakan konstruksi beton rigid dengan lapisan aspal di atasnya.
Menurutnya, metode tersebut dipilih agar jalan lebih tahan lama dan mampu menopang beban kendaraan berat, mengingat jalur tersebut juga akan mendukung aktivitas operasional perusahaan.
“Pelaksanaan dilakukan secara bertahap agar jalan tetap bisa dilalui selama proses pembangunan,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Kota Agung menyampaikan bahwa secara umum masyarakat mendukung pembangunan jalan tersebut. Namun, masih terdapat kendala hibah lahan di beberapa titik.
Lebar jalan yang direncanakan mencapai lima meter, dan sebagian besar warga telah menyerahkan surat hibah. Kepala Desa Tunggul Bute menambahkan, hingga kini masih ada tiga bidang lahan yang belum dihibahkan dengan total panjang sekitar 280 meter.
Meski demikian, pemerintah desa berharap pembangunan tetap dapat dilaksanakan pada ruas yang telah dinyatakan bebas lahan.
Perwakilan PT Supreme Energy Rantau Dedap, Hazairiadi, menjelaskan bahwa pembangunan jalan direncanakan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2027.
Prioritas akan diberikan pada medan ekstrem guna memperlancar akses masyarakat sekaligus mendukung operasional perusahaan. Ia juga menyebut faktor finansial dan kondisi operasional menjadi pertimbangan dalam penjadwalan proyek.
“Kami berharap dukungan semua pihak agar pembangunan ini berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah, pihak perusahaan, dan masyarakat untuk terus berkoordinasi demi kelancaran pembangunan ruas jalan Simpang Batu Surau–Tunggul Bute di Kabupaten Lahat.
