• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    PWI OKU Tegaskan Pers Harus Tetap Independen

    11 Februari 2026, Februari 11, 2026 WIB Last Updated 2026-02-11T03:18:44Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID | BATURAJA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bukan sekadar seremoni. Momentum ini menjadi refleksi serius terhadap tantangan pers di era digital yang kian kompleks.


    Di tengah derasnya arus informasi media sosial, maraknya hoaks, hingga munculnya teknologi kecerdasan buatan (AI), insan pers dituntut semakin profesional, independen, dan berintegritas.


    Peringatan yang digelar di Sekretariat PWI OKU berlangsung sederhana namun penuh makna. Ketua PWI OKU, Yudi Saputra, SH, menegaskan bahwa tema HPN 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, harus dimaknai sebagai komitmen menjaga kualitas jurnalistik.


    “Pers harus tetap sehat dan independen. Di era digital seperti sekarang, tantangannya bukan hanya tekanan politik, tetapi juga banjir informasi yang belum tentu benar,” tegas Yudi.


    Menurutnya, disrupsi teknologi telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat. Kecepatan sering kali mengalahkan akurasi. Di sinilah pers profesional harus hadir sebagai penjernih informasi.


    Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah organisasi dan solidaritas antarwartawan, sekaligus memperkuat kompetensi menghadapi perubahan zaman.


    Prosesi pemotongan tumpeng menjadi simbol kesinambungan generasi wartawan, dari senior hingga anggota termuda. Pesan yang ingin ditegaskan: regenerasi penting, tetapi nilai dasar jurnalistik—verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab—tidak boleh luntur.


    Di tengah gempuran konten instan dan opini liar di media sosial, keberadaan pers yang kredibel menjadi fondasi penting dalam menjaga demokrasi dan stabilitas daerah.


    HPN ke-80 di OKU pun menjadi pengingat bahwa kebebasan pers harus diiringi tanggung jawab. Sebab di era digital, satu informasi keliru bisa menyebar dalam hitungan detik dan berdampak luas bagi masyarakat.


    Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan pers bukan ditentukan oleh kecepatan semata, melainkan oleh kepercayaan publik yang terus dijaga.


    *Hdk

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama