POSMETRO.ID | PRABUMULIH — Suasana berbeda terasa di halaman SMAN 3 Kota Prabumulih, saat para Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Dapil VI melaksanakan Reses Masa Persidangan V Tahun Anggaran 2026. Hangat, penuh harap, sekaligus sarat makna.
Kehadiran para wakil rakyat itu disambut antusias oleh guru, siswa, dan masyarakat sekitar. Tari penyambutan yang dibawakan dengan apik oleh siswi-siswi SMAN 3 Prabumulih menjadi pembuka yang memukau. Gerak yang selaras, senyum yang tulus, seolah menjadi simbol bahwa sekolah ini tak pernah kehilangan semangat.
Tak berhenti di situ, lantunan lagu nasyid dari grup Stigma Voice menggema syahdu. Disusul aksi panggung band siswa yang energik, menggambarkan betapa sekolah ini tak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kaya talenta non-akademik.
Dalam reses tersebut hadir sejumlah Anggota DPRD Sumsel Dapil VI, yakni H. Ahmad Palo, SE, M. Muaz Ar-Rifki, Ganjar Iman, Ismail Heru Pala, Muhammad Chandra, serta Hj. Lury Elza Alex Nurdin. Sementara dua anggota lainnya berhalangan hadir karena sedang menunaikan ibadah umroh di Tanah Suci Mekah.
Momentum ini merupakan bagian dari Reses Masa Persidangan V Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026—sebuah agenda resmi untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Di balik kemeriahan penyambutan, terselip satu harapan besar. Kepala Sekolah SMAN 3 Prabumulih, Freni Listiyan, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan usulan pembangunan 4 Ruang Kelas Baru (RKB). Dengan suara yang tegas namun penuh harap, ia menjelaskan bahwa saat ini masih ada siswa yang harus menumpang belajar di gedung lain milik sekolah.
“Dengan adanya 4 RKB nantinya, para siswa bisa belajar lebih nyaman, lebih fokus, dan tidak lagi berpindah-pindah ruangan. Proses belajar mengajar akan jauh lebih efektif,” ungkapnya.
Sekolah ini, lanjut Freni, bukan sekolah biasa. SMAN 3 Prabumulih merupakan salah satu sekolah unggulan yang memiliki capaian akademik dan non-akademik membanggakan. Banyak siswa berprestasi, baik di tingkat kota, provinsi, bahkan nasional.
Namun, jika tidak difasilitasi dengan sarana yang memadai, dikhawatirkan potensi anak-anak ini akan terhambat. Mereka bisa kehilangan kesempatan berkembang maksimal hanya karena keterbatasan ruang belajar. “Untuk itu kami berharap 4 RKB ini bisa segera direalisasikan,” harapnya.
Freni juga menceritakan, SMAN 3 Prabumulih berdiri sejak tahun 2003. Ia memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat dengan sekolah tersebut. Tahun 2004, ia mengawali kariernya sebagai guru honorer di sana.
Ia tumbuh bersama sekolah ini. Menyaksikan masa-masa sulit ketika SMAN 3 menjadi salah satu sekolah perintis unggulan di Sumatera Selatan. Fasilitas terbatas, tantangan besar, namun semangat tak pernah padam.
“Saya sangat mencintai sekolah ini. Di sinilah saya belajar, berjuang, dan berkembang,” tuturnya dengan mata yang berbinar.
Kini, ketika dipercaya menjadi kepala sekolah, ia ingin memastikan generasi penerus mendapatkan fasilitas yang lebih baik dari yang pernah ia rasakan dulu.
Menjawab usulan tersebut, Anggota DPRD Sumsel H. Ahmad Palo yang dikonfirmasi terpisah menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan proposal pembangunan 4 RKB tersebut.
Menurutnya, dalam reses kali ini pihaknya juga turut melibatkan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Provinsi Sumsel agar segera merinci kebutuhan teknis serta estimasi biaya pembangunan empat ruang kelas baru tersebut.
“Insya Allah akan segera kita bawa dalam sidang Paripurna dalam waktu dekat ini,” ujarnya.
Ahmad Palo juga mengingatkan bahwa sektor pendidikan merupakan mandatory spending sesuai undang-undang, yakni minimal 20 persen dari APBD diperuntukkan bagi dunia pendidikan.
Artinya, anggaran pendidikan bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban konstitusional yang harus diprioritaskan.
Reses kali ini bukan hanya seremoni. Ia menjadi ruang pertemuan antara harapan dan kewenangan, antara semangat siswa dan tanggung jawab legislator.
Empat ruang kelas mungkin terlihat sederhana. Namun bagi ratusan siswa SMAN 3 Prabumulih, itu adalah ruang mimpi—tempat masa depan disemai, dan cita-cita ditumbuhkan.

