POSMETRO.ID, Musi Rawas — Pagi itu, halaman Polres Musi Rawas dipenuhi barisan aparat berseragam. Di bawah langit yang masih teduh, Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 digelar, menandai dimulainya pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta memimpin langsung apel tersebut, didampingi Wakil Bupati Musi Rawas H. Suprayitno. Sejumlah pejabat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, hingga para kepala organisasi perangkat daerah tampak hadir. Barisan polisi dari berbagai satuan berdiri rapi, sementara awak media mengamati dari sisi lapangan.
Dalam apel itu, amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dibacakan. Intinya sederhana: memastikan kesiapan. Bukan hanya personel, tetapi juga sarana, prasarana, dan koordinasi lintas instansi.
Operasi Ketupat, yang rutin digelar setiap musim Lebaran, kembali menjadi tulang punggung pengamanan nasional. Tahun ini, sebanyak 164 ribu lebih personel gabungan dikerahkan. Mereka akan mengisi ribuan pos yang tersebar di seluruh Indonesia—mulai dari pos pengamanan, pos pelayanan, hingga pos terpadu.
Di Musi Rawas, kesiapan itu juga menyasar potensi kepadatan lalu lintas. Sejumlah skema rekayasa arus kendaraan disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, baik saat arus mudik maupun arus balik.
Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menjadi operasi kemanusiaan yang menyentuh banyak sisi: menjaga jalur transportasi tetap lancar, mengamankan tempat ibadah, hingga memastikan pusat-pusat keramaian tetap terkendali.
Apel berlangsung tanpa insiden. Namun pesan yang dibawanya jelas—negara bersiap menghadapi mobilitas besar warganya.
Di tengah meningkatnya pergerakan masyarakat menjelang Lebaran, aparat berharap satu hal sederhana: perjalanan yang aman, dan kepulangan yang membawa kebahagiaan.
