POSMETRO.ID | PRABUMULIH – Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) melakukan sejumlah langkah antisipatif terkait situasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya dampaknya terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Prabumulih.
Kepala Disnaker Prabumulih H. Sanjay Yunus, SH kepada POSMETRO.ID menyampaikan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan dan monitoring terhadap PMI asal Prabumulih yang bekerja di wilayah Timur Tengah guna memastikan kondisi dan keselamatan mereka.
“Pendataan dilakukan untuk mengetahui secara pasti jumlah dan keberadaan PMI asal Prabumulih, sekaligus memantau perkembangan situasi keamanan secara menyeluruh,” ujar Sanjay, Selasa (03/03/2026)
Dikatakan, Disnaker juga berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), serta perwakilan RI di negara terdampak seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan PMI serta memperoleh informasi resmi terkait kondisi terkini di negara penempatan.
Disnaker juga membuka ruang komunikasi bagi keluarga PMI di Prabumulih. Dalam kondisi darurat, pihaknya siap menjadi penghubung antara keluarga dengan instansi pusat guna mempercepat penanganan.
“Apabila situasi konflik semakin memburuk, kami siap mendukung proses evakuasi atau pemulangan (repatriasi) sesuai arahan pemerintah pusat,” jelasnya.
Selain langkah antisipasi, Disnaker juga mengimbau masyarakat, khususnya calon PMI, agar berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi dan prosedural serta selalu mengikuti informasi dari sumber terpercaya.
Disnaker menegaskan perannya sebagai koordinator di tingkat daerah dalam memastikan perlindungan, komunikasi, dan kesiapsiagaan bagi PMI asal Prabumulih di tengah dinamika situasi Timur Tengah.
Pemkot Prabumulih memastikan akan terus memantau perkembangan dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
*Jun M
