POSMETRO.ID | DAIRI – Sejumlah ruas jalan rusak di Kabupaten Dairi mulai mendapat perbaikan. Namun di balik itu, masyarakat berharap pengerjaan tidak hanya menjadi rutinitas proyek, melainkan benar-benar menjawab persoalan lama yang selama ini menghambat aktivitas ekonomi warga.
Salah satu ruas yang kini tengah diperbaiki adalah jalan jurusan Simpang Siboras–Dolok Tolong (link 054) di Kecamatan Sumbul. Jalan ini sebelumnya dikenal dalam kondisi rusak cukup parah dan kerap dikeluhkan warga, terutama petani yang bergantung pada jalur tersebut untuk distribusi hasil panen.
Pantauan di lapangan, perbaikan tengah berlangsung, meski sebagian titik masih menyisakan kerusakan yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Bupati Dairi, Vickner Sinaga, bersama sejumlah pejabat terkait turun langsung meninjau lokasi pada Senin (23/3/2026). Kehadiran mereka disebut untuk memastikan proyek berjalan sesuai standar.
“Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Kita ingin pengerjaannya maksimal dan selesai tepat waktu,” ujar Bupati di sela peninjauan.
Meski demikian, persoalan infrastruktur di Dairi tidak hanya terbatas pada satu ruas. Pemerintah daerah mengakui masih terdapat ratusan titik jalan yang membutuhkan perbaikan.
“Masih ada sekitar 200 titik jalan yang perlu perhatian. Kita sudah siapkan tahapan pengerjaannya, dengan target beberapa bulan ke depan bisa diselesaikan secara bertahap,” katanya.
Bagi masyarakat, perbaikan ini menjadi harapan baru setelah sekian lama menghadapi kondisi jalan yang memperlambat mobilitas dan meningkatkan biaya angkut hasil pertanian.
Selain meninjau jalan, rombongan juga mengunjungi Balai Benih Ikan (BBI) Silancang di Desa Pegagan Julu III. Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyinggung pentingnya optimalisasi aset daerah yang selama ini dinilai belum maksimal.
Ia menegaskan, ke depan pemerintah akan fokus pada tiga hal utama, yakni pembenahan infrastruktur rusak, perbaikan tata kelola pemerintahan, serta penataan aset daerah yang terbengkalai.
Langkah ini dinilai penting, namun publik tetap menunggu konsistensi pelaksanaan di lapangan—apakah perbaikan yang dimulai saat ini benar-benar berkelanjutan atau kembali terhenti seperti sebelumnya.
*M03LA
