PEKANBARU, POSMETRO.ID – Di tengah tantangan industri migas yang semakin kompleks, Wilayah Kerja (WK) Rokan masih menunjukkan perannya sebagai salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional. Hingga saat ini, lapangan migas yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tersebut masih berkontribusi sekitar 30 persen terhadap total produksi minyak nasional.
Capaian tersebut menjadikan WK Rokan sebagai aset strategis negara yang memiliki peran penting dalam menjaga pasokan energi domestik sekaligus mendukung target peningkatan produksi minyak nasional.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin, mengatakan keberhasilan mempertahankan produksi di WK Rokan merupakan hasil kerja keras seluruh insan perusahaan dalam mengelola lapangan migas yang telah berproduksi selama puluhan tahun.
Menurutnya, berbagai inovasi teknologi, program pengeboran masif, serta penerapan metode peningkatan perolehan minyak (Enhanced Oil Recovery/EOR) menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi lapangan migas terbesar di Indonesia tersebut.
Sejak alih kelola pada Agustus 2021, PHR terus melakukan berbagai upaya untuk menahan laju penurunan alamiah produksi sumur-sumur tua melalui pengeboran baru, workover, well intervention, dan pengembangan teknologi produksi.
Hasilnya, WK Rokan tetap menjadi kontributor terbesar produksi minyak nasional sekaligus salah satu aset utama Subholding Upstream Pertamina.
Selain fokus pada peningkatan produksi, PHR juga terus memperkuat aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan dijalankan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.
PHR juga mengembangkan berbagai inovasi digital dan teknologi operasi guna meningkatkan efisiensi serta keandalan produksi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri energi global yang semakin dinamis.
Keberadaan WK Rokan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap produksi energi nasional, tetapi juga berdampak besar terhadap perekonomian daerah melalui penyerapan tenaga kerja, penggunaan produk dan jasa lokal, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasi.
Dengan kontribusi sekitar 30 persen terhadap produksi minyak nasional, WK Rokan diproyeksikan tetap menjadi salah satu motor utama industri hulu migas Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Berbagai program pengembangan lapangan yang sedang dijalankan diharapkan mampu menjaga tingkat produksi sekaligus mendukung target swasembada energi yang dicanangkan pemerintah.
Sebagai operator, PHR menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan energi bagi negeri melalui operasi yang selamat, andal, efisien, dan berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
(Ril)
