• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Dapur MBG ini Disorot, Ada Pipa Gas Misterius Tanpa Meteran

    18 Mei 2026, Mei 18, 2026 WIB Last Updated 2026-05-18T01:23:43Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID, PRABUMULIH – Dugaan praktik ilegal tapping jaringan gas kota mencuat di Kota Prabumulih. Petugas PD Petro Prabu menemukan jalur pipa gas misterius yang diduga dipasang tanpa izin resmi di kawasan dapur SPPG atau MBG Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan.


    Temuan tersebut langsung menjadi perhatian serius lantaran posisi pipa ditemukan tertanam di dalam tumpukan sampah dan disebut tetap menyala selama 24 jam nonstop.


    Informasi yang dihimpun POSMETRO.ID, jalur pipa itu diduga tidak terhubung melalui sistem meteran resmi sebagaimana jaringan pelanggan gas kota pada umumnya. Gas disebut dialirkan menuju area pembuangan sampah yang berada tidak jauh dari dapur produksi MBG untuk membakar limbah sisa aktivitas dapur.


    Direktur PD Petro Prabu, Herianto, membenarkan adanya temuan jaringan pipa gas yang kini tengah ditelusuri lebih lanjut. Menurut dia, seluruh data dan hasil temuan lapangan telah disampaikan kepada pihak terkait guna proses pemeriksaan lanjutan.


    “Semua data dan temuan sudah kami sampaikan,” ujar Herianto saat dibincangi di sela kunjungan Direktur Utama Pertamina Gas (Pertagas).


    Meski sebelumnya beredar informasi adanya potensi kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat dugaan pencurian gas tersebut, Herianto menegaskan nilai kerugian masih dalam tahap audit oleh pihak PTG Jakarta.


    “Masih proses audit, jadi belum bisa disimpulkan nilai kerugiannya,” tambahnya.


    Kasus ini pun berkembang setelah muncul klarifikasi dari Rian Widot selaku pemilik dapur SPPG Majasari Prabumulih Selatan. Dalam video klarifikasi yang beredar, Rian membantah adanya praktik tapping ilegal sebagaimana yang ramai diberitakan.


    Ia mengaku jalur pipa tersebut telah ada sebelum dapur MBG beroperasi. Bahkan menurutnya, pemasangan jaringan dilakukan oleh PT AWS selaku pihak ketiga sebelum pengelolaan jaringan diambil alih PD Petro Prabu.


    “Kami tidak pernah memasang jaringan ilegal. Jalur itu sudah ada sebelumnya,” ungkap Rian dalam video klarifikasinya.


    Namun demikian, penjelasan tersebut belum menghentikan sorotan publik. Pasalnya, selain dapur SPPG Majasari, informasi yang berkembang menyebut terdapat sedikitnya tiga dapur MBG lain yang masih berkaitan dengan kepemilikan yang sama dan dikabarkan memiliki persoalan serupa terkait jaringan gas kota.


    Temuan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait pengawasan distribusi gas kota di Prabumulih, termasuk kemungkinan adanya kebocoran pemanfaatan jaringan tanpa prosedur resmi.


    Apalagi jika benar terdapat jalur gas aktif yang digunakan tanpa meteran dan menyala terus-menerus, kondisi tersebut dinilai bukan hanya berpotensi merugikan negara maupun perusahaan daerah, tetapi juga membahayakan keselamatan lingkungan sekitar.


    Hingga kini, kasus dugaan ilegal tapping gas tersebut masih menunggu tindak lanjut dan pendalaman dari pihak berwenang. Publik pun berharap investigasi dilakukan secara transparan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam penggunaan jaringan gas kota tersebut.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama