POSMETRO.ID, PRABUMULIH – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Karya Mulya baru saja menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Namun, alih-alih membeberkan hasil rapat secara rinci, pengurus lebih menyoroti persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan besar, yakni minimnya minat warga untuk bergabung sebagai anggota koperasi.
Ketua Koperasi KDMP Karya Mulya, Budiarso, mengakui bahwa rendahnya partisipasi masyarakat menjadi kendala utama dalam pengembangan koperasi di desa tersebut.
“Minat masyarakat untuk menjadi anggota masih sangat minim. Ini menjadi tantangan terbesar kami sebagai pengurus. Bisa saja pak di ekspose hasil dari RAT sebagai bentuk transparansi. Tapi menurut hemat kami hasilnya belum memuaskan.” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan koperasi sejatinya sangat bergantung pada jumlah dan keaktifan anggota. Semakin banyak anggota, maka semakin besar pula potensi koperasi untuk berkembang dan menjalankan berbagai program yang bermanfaat.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak koperasi kata Budiarso terus melakukan berbagai upaya sosialisasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan memberikan pemahaman bahwa ke depan koperasi desa akan memiliki peran penting dalam pengelolaan anggaran dan program ekonomi masyarakat.
“Kami sudah mulai dan tak henti-hentinya mensosialisasikan bahwa ke depan koperasi akan mendapatkan peluang pengelolaan anggaran dan program. Artinya, masyarakat akan sangat diuntungkan jika terlibat sejak awal. Kalau tidak ikut, justru bisa tertinggal,” jelasnya.
Saat ini, KDMP Karya Mulya dengan keanggotaan serta pengurus berjumlah 61 orang baru memiliki satu program usaha utama, yakni penjualan gas yang merupakan dukungan dari Pemerintah Kota. Meski skalanya masih terbatas, usaha tersebut setidaknya mampu membantu menopang operasional koperasi.
“Dari hasil penjualan gas ini, walaupun tidak besar, sudah bisa membantu biaya operasional koperasi,” tambahnya.
Meski masih menghadapi berbagai keterbatasan, Koperasi Karya Mulya tercatat sebagai salah satu koperasi di Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih yang telah melaksanakan RAT. Hal ini menjadi indikator bahwa tata kelola koperasi tetap berjalan sesuai ketentuan dan komitmen pengurus dalam menjaga akuntabilitas organisasi.
Budiarso berharap ke depan jumlah anggota koperasi dapat meningkat secara signifikan. Dengan demikian, koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan menghadirkan lebih banyak program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami ingin koperasi ini benar-benar menjadi milik bersama. Kalau anggotanya banyak, ide dan program juga akan semakin berkembang. Koperasi bisa jadi kekuatan ekonomi desa,” harapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu bergabung dan mulai melihat koperasi sebagai wadah ekonomi bersama yang memiliki potensi besar di masa depan.
“Koperasi ini bukan milik pengurus, tapi milik kita semua. Kalau dikelola bersama, manfaatnya juga akan kembali ke masyarakat,” pesannya.
Ditempat terpisah, Kepala Desa Karya Mulya, Miril Firacha, turut mengimbau masyarakat agar lebih aktif dalam mendukung keberadaan koperasi desa.
Menurutnya, koperasi merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa.
“Saya mengajak seluruh warga Karya Mulya untuk ikut menjadi anggota koperasi. Ini adalah wadah ekonomi bersama yang harus kita besarkan,” tegasnya.
Ia menilai, semakin banyak warga yang terlibat, maka semakin besar pula peluang koperasi untuk berkembang dan menghadirkan program-program yang bermanfaat.
“Koperasi ini ke depan bisa menjadi penggerak ekonomi desa. Tapi itu hanya bisa terwujud kalau masyarakat ikut berpartisipasi,” lanjutnya.
Miril juga menekankan bahwa keterlibatan masyarakat sejak awal akan memberikan keuntungan jangka panjang, baik secara ekonomi maupun dalam pembangunan desa secara keseluruhan.
“Jangan sampai nanti ketika koperasi sudah besar, justru kita tidak ikut di dalamnya. Mari kita bangun bersama dari sekarang,” pungkasnya.
*Jun M
