• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    POSMETRO.ID

    Kriminal

    PHR Zona 4 Bidik Optimalisasi Migas dengan Innovasi Batch Drilling

    15 Oktober 2026, Oktober 15, 2026 WIB Last Updated 2026-10-15T11:35:15Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID | PRABUMULIH
    — Inovasi pengeboran minyak dan gas bumi (migas) kembali menunjukkan hasil positif di wilayah kerja Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field. Melalui penerapan metode batch drilling, Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatat potensi produksi minyak sebesar 2.423,29 barel per hari (BOPD) dari Sumur GNK-115 di Struktur Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih.


    Capaian tersebut diketahui dalam kegiatan Media Trip Prabumulih Field, Kamis (15/10/2026), yang diikuti POSMETRO.ID dan awak media di wilayah kerja Prabumulih Field untuk melihat lebih dekat kegiatan operasi hulu migas, termasuk inovasi pengeboran yang dikembangkan perusahaan.


    Berdasarkan pantauan dan pemaparan dalam kegiatan tersebut, Sumur GNK-115 menjalani uji alir awal atau initial flow test secara natural open flow pada 5 Oktober 2026. Hasilnya cukup memuaskan yang menunjukkan potensi aliran minyak mencapai 2.423,29 BOPD, disertai gas sebesar 1,95 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).


    Angka tersebut menjadi salah satu capaian dalam upaya mengoptimalkan produksi migas di lapangan yang telah lama beroperasi. Begitu, potensi hasil uji alir awal ini tidak serta-merta dapat disamakan dengan produksi harian aktual yang berkelanjutan.


    Sumur GNK-115 mulai dikembangkan sejak 21 Juli 2026 dengan menggunakan metode batch drilling. Teknik ini memungkinkan pengeboran sejumlah sumur yang berdekatan dilakukan secara bertahap tanpa harus berulang kali membongkar dan memasang kembali perangkat pengeboran (rig).


    Penerapan metode tersebut diharapkan membuat pekerjaan pengeboran lebih efisien, terutama pada lapangan migas yang memiliki sejumlah titik sumur berdekatan.


    General Manager PHR Zona 4, Heru Irianto, mengatakan keberhasilan Sumur GNK-115 menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi dalam kegiatan operasi hulu migas.


    "Seluruh insan PHR Zona 4 terus berinovasi dalam mendukung ketahanan energi nasional. Pencapaian di Sumur GNK-115 menjadi pemacu semangat kami untuk tak pernah berhenti mencari terobosan-terobosan baru yang andal dan berkelanjutan," ujarnya.


    Selain capaian uji alir, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan pengeboran. Hingga pencapaian tersebut, operasi GNK-115 mencatat total 57.288 jam kerja selamat (safe man hours) sejak pengeboran dimulai.


    PHR Zona 4 menyatakan kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta keunggulan operasional (operational excellence).


    Yang perlu diketahui bahwa ternyata GNK-115 merupakan sumur pengembangan kedua di Struktur Gunung Kemala yang dikerjakan menggunakan metode batch drilling. Sebelumnya, pada akhir September 2026, PHR Zona 4 mencatat keberhasilan pengembangan Sumur GNK-114 dengan kombinasi metode batch drilling dan teknik dual completion.


    Keberhasilan pada kedua sumur itu menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan potensi minyak dan gas di wilayah kerja PEP Prabumulih Field.


    PHR Zona 4 selanjutnya merencanakan penyelesaian pengeboran menggunakan metode batch drilling pada sumur-sumur berikutnya. Dalam keterangan perusahaan disebutkan, sumur yang akan dituntaskan antara lain GNK-PD68 dan GNK-PD79.


    Senior Manager Subsurface and Development and Planning (SSDP) PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto, mengatakan pencapaian tersebut akan menjadi catatan penting dalam upaya mengoptimalkan pengurasan cadangan migas di lapangan-lapangan yang telah matang (mature field).


    "Kami akan menjadikan pencapaian ini sebagai catatan dalam upaya mengoptimalkan pengurasan minyak dan gas di lapangan mature Zona 4 dan terus melakukan inovasi dalam mendukung ketahanan energi," katanya.


    Bagi Prabumulih, keberhasilan pengembangan sumur migas tersebut menegaskan pentingnya inovasi teknologi dalam mempertahankan dan mengoptimalkan produksi dari lapangan yang telah lama beroperasi.


    Melalui penerapan metode pengeboran yang lebih efisien, PHR Zona 4 berharap potensi migas di Struktur Gunung Kemala dapat terus dikembangkan untuk mendukung produksi perusahaan sekaligus menopang ketahanan energi nasional.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama