PRABUMULIH, PP – Hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasinal (UN) tingkat SMP/ MTs sempat mengalami kepanikan, lagi lagi karena soal dinilai cacat produksi. yaitu terdapat beberapa lembar jawaban Ujian nasional (LJUN )yang memilki opsi jawaban dari (a) sampai (e), sementara seharusnya hanya empat opsi saja yaitu dari (a) sampai (d).
Keadaan ini sempat membuat kepanikan di beberapa sekolah, diantaranya seperti SMP Negeri 4 prabumulih yang mendapatkan satu buah soal dengan opis jawaban yang lima. “Untunglah Cuma satu jawaban, kebenaran ada satu orang peserta yang tidak masuk sehingga soal dan jawaban yang tidak digunakan langusung diberikan kepada siswa yang mendapat lembar jawban dnegan lima opsi jawaban,” Ujar Waka kesiswaan, Dra H Yusriah MPd kemarin (25/4).
Sementara itu, Kabid Sekolah Menengah Dinas pendidikan kota Prabumulih, Irawan Supmidi SPd SE MM saat dikonfirmasi mengatakan memang benar adanya temuan yang membuat panik pihak sekolah, pihak kepolisian dan juga pihak Disdik.
Menurutnya hal tersebut sebenarnya bisa dimanfaatkan, dengan cara mengabaikan opsi ke lima yaitu (e), karena kesalahan bukan dari kita, itu murni cacat produksi. namun karena adanya beberapa orang peserta UN yang tidak hadisr terpaksa pihak sekolah mengganti dengan soal sisa.
“Alhamdulillah semuanya bisa diatasi, memang tidak seluruhnya diganti, namun karena kesalahan bukan dari kita, maka ada sebagian anak yang masih menggunakan LJUN yang memilki opsi 5 jawaban, namun kita sertakan berita acara, semoga bisa menjadi pertimbangan dalam pemeriksaan jangan sampai siswa yang dirugikan karena kesalahan pada percetakan soal,” harapnya.
Disisi lain, ada seorang siswa SMP N 1 Prabumulih yang menanda tangani LJUN dengan pena, dan hal tersbeut juga sempat membuat panic. “Tapi hal itu juga sempat dibincangkan bersama tim korektor, yang menjadi masalah jika jawabannya yang dilingkari dengan pena,”tandasnya.(bmg)
