Pembukaan MTQ ini dihadiri Pj Sekretaris Daerah Ogan Ilir Dicky Syailendra, jajaran camat dari 16 kecamatan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh kafilah MTQ. Kehadiran qori-qoriah, hafidz-hafidzah, dan mufassir dari berbagai cabang perlombaan menambah kekhidmatan acara.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ardani mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya MTQ XXXI yang dinilainya bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
“MTQ adalah momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain meningkatkan iman dan takwa, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat persaudaraan umat Islam di Ogan Ilir,” ujarnya.
Ardani turut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang dinilai telah bekerja maksimal dalam mempersiapkan kegiatan, mulai dari teknis lomba hingga pelaksanaan pembukaan. Ia berharap seluruh rangkaian MTQ dapat berjalan lancar hingga penutupan dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat luas.
Ia juga mengingatkan para peserta agar menjadikan MTQ sebagai sarana pembinaan diri dan motivasi untuk terus mendalami Al-Qur’an, khususnya bagi generasi muda, bukan semata-mata berorientasi pada kemenangan.
Pembukaan MTQ tahun ini menjadi lebih istimewa dengan hadirnya lima qori legendaris asal Ogan Ilir yang tampil bersama dalam satu panggung, yakni Drs KH Mudrik Qori, Drs KH Ahmad Nahrowi MM, Drs KH Kuni Nuri, Khotmir Rohi MPd, dan KH Abd Ghofar Ruslan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mereka bacakan mendapat sambutan hangat dari para hadirin.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Ogan Ilir Hendra Wijaya menjelaskan, konsep pembukaan MTQ XXXI sengaja dirancang berbeda dengan menonjolkan peran qori lokal sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam syiar Islam di Ogan Ilir.
MTQ XXXI Kabupaten Ogan Ilir tahun 2026 mengusung tema “MTQ Berbasis Teknologi Menuju Generasi Ogan Ilir Qur’ani.”
