POSMETRO.ID | TEBING TINGGI - Pemerintah Kota Tebing Tinggi resmi menjalin sinergi dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan, untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang jalur kereta api.
Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), yang berlangsung di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Tebing Tinggi, Selasa (10/2/2026).
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh stakeholder untuk mencegah terulangnya kecelakaan fatal di perlintasan kereta api.
Ia pun mengungkapkan rasa duka mendalam atas tragedi kecelakaan sebelumnya yang merenggut sembilan nyawa.
"Artinya kita mensosialisasikan untuk pencegahan, supaya tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kemarin saya juga mengucapkan turut berbelasungkawa, saya sangat prihatin, sangat sedih atas kejadian ini," ujar Wali Kota.
Wali Kota menargetkan pembenahan di tujuh perlintasan sebidang yang ada di wilayah Kota Tebing Tinggi dapat segera terealisasi dalam tahun ini. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi intens dengan Kementerian Perhubungan untuk menindaklanjuti rencana teknis di lapangan.
"Kami juga berupaya semaksimal mungkin, ini bisa terealisasi di tahun ini. Kemarin sudah ada pertemuan dengan Kementerian Perhubungan, bagaimana tindak lanjutnya, supaya di follow up. Ini kalau kita berkolaborasi, insyaallah tahun ini bisa kita selesaikan di tujuh titik ini," tambah Wali Kota.
Senada, Kepala BTP Kelas I Medan, Jimmy Michael Gultom, menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh. Meskipun penanganan saat ini bersifat sementara, ia menegaskan komitmen Dirjen Perkeretaapian untuk mencari solusi permanen bersama PT KAI Divre I Sumut.
"Ini masih sementara, tapi kami mewakili Dirjen Perkeretaapian, siap mendukung bersama rekan-rekan dari Divre I Sumut," ujar Jimmy Michael Gultom.
Selain perbaikan infrastruktur, Kepala BTP Jimmy Gultom juga mengimbau masyarakat untuk berperilaku tertib saat berkendara, memasuki area perlintasan kereta api. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan mandiri sebelum melintasi rel.
"Motto 'selalu berhenti, menengok kanan kiri, baru berjalan'. Ini sebagai upaya kita bersama meningkatkan kewaspadaan di perlintasan sebidang," tegas Jimmy.
Sebelumnya, Kadis Perhubungan Tebing Tinggi, Yustin Bernard Hutapea, melaporkan, inti dari kerja sama ini adalah percepatan pemasangan palang pintu perlintasan di titik-titik rawan.
"Ini merupakan tindak lanjut untuk pemasangan palang pintu perlintasan kereta api sebidang dalam rangka peningkatan keselamatan di wilayah Kota Tebing Tinggi," ungkap Kadis Perhubungan.- (AJ)
