Bagi sebagian orang, itu hanya cuaca biasa. Namun bagi warga DAS RT 01 RW 04, mendung sering kali menghadirkan rasa cemas. "Mereka Khawatir jika hujan lebat arus sungai bisa saja menghanyutkan rumah mereka" ujar Lurah Karang Raja, Leliana Santika
Kata dia, dua belas rumah di kawasan itu kini berada dalam bayang-bayang ancaman longsor. Tanah yang terus tergerus air membuat pondasi tak lagi setenang dulu. Setiap hujan turun di malam hari, tidur pun menjadi tak sepenuhnya lelap.
Tetapi Ramadan selalu punya cara menenangkan hati. Di tengah kekhawatiran itu, suara azan tetap berkumandang dari masjid-masjid sekitar. Anak-anak masih berangkat mengaji selepas Asar. Ibu-ibu tetap menyiapkan hidangan berbuka dengan penuh syukur. Para lelaki melangkah ke masjid saat tarawih digelar.
Langit boleh berawan di Karang Raja, namun iman warga tetap terang.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia juga menyoal tentang kesabaran menghadapi ujian. Warga DAS memahami betul soal yang satu itu. Mereka memperbanyak doa, memohon keselamatan dan perlindungan. Dan di bulan yang penuh berkah ini, doa-doa itu seperti menemukan jalannya.
Momentum reses DPRD Dapil 1 Kota Prabumulih yang digelar di Kelurahan Karang Raja, Minggu (01/03/2026) menjadi ruang pertemuan antara harapan warga dan tanggung jawab wakil rakyat. Dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Prabumulih, H. Deni Victoria, seluruh anggota Dapil 1 hadir menyerap aspirasi masyarakat.
Tak hanya mendengar dari balik meja, rombongan dewan langsung turun meninjau lokasi 12 rumah yang terancam amblas. Mereka menyaksikan sendiri retakan tanah dan jarak pondasi rumah yang kian mendekati aliran sungai.
Proposal penanganan pun diserahkan langsung warga dalam forum reses tersebut.
Singkatnya, Jika Ramadan mengajarkan tawakal, maka reses menjadi bentuk ikhtiar.
Selain persoalan rumah warga di DAS Kelekar, aspirasi lain turut mengemuka. Jalan inspeksi Daerah Aliran Sungai Kelekar yang membutuhkan perbaikan, lampu penerangan jalan di pemukiman yang masih minim, hingga program Gas Gratis Pemerintah Kota Prabumulih menjadi bagian dari catatan yang harus ditindaklanjuti Wakil Rakyat Dapil I Prabumulih
Lurah Karang Raja, Leliana Santika, yang turut mendampingi peninjauan, menjelaskan bahwa cuaca yang tak menentu belakangan ini memang membuat warga semakin khawatir. Debit sungai bisa naik sewaktu-waktu.
Namun di balik kekhawatiran itu, ada keteguhan.
Ramadan 1447 H tahun ini mungkin datang bersama awan mendung. Tapi bagi warga Karang Raja, ia juga membawa harapan—bahwa aspirasi mereka didengar, bahwa langkah konkret akan diambil, dan bahwa rumah-rumah itu tetap bisa berdiri seperti sediakala.
Di bawah langit yang masih berawan, doa-doa terus dipanjatkan. Dan hari ini sejarah mencatat, ikhtiar telah dimulai.
Sebagai informasi, reses kali ini dipimpin oleh Ketua DPRD Prabumulih H. Deni Victoria, SH. M.Si (Demokrat) dan dihadiri seluruh anggota DPRD dapil 1 Prabumulih Seperi Welizar (Golkar) Iswanto (Demokrat) Nickho Adha P (Demokrat) Herawati (Golkar) M. Rasyid (PDIP) Aryono (Gerindra) Evi Susanti, SE (PPP) Ben Heri, S.Si (PKS) Hartono Hamid (Hanura) Hendriansyah (PBB) Dhafina Marsyah Thahirah, SH (PDIP).
*Jun M

