• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    FLS3N Lahat: Antara Bakat, Keberanian, dan Harapan ke Nasional

    11 April 2026, April 11, 2026 WIB Last Updated 2026-04-11T05:13:45Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID | Lahat — Riuh tepuk tangan dan wajah-wajah tegang anak-anak menyelimuti halaman dua sekolah dasar di Kota Lahat, Sabtu pagi (11/4/2026). Di sanalah, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kecamatan resmi digelar—sebuah panggung kecil bagi lahirnya bibit-bibit seni masa depan.


    Kegiatan yang dipusatkan di SD Negeri 2 Lahat dan SD Negeri 11 Lahat itu menjadi agenda rutin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, FLS3N tak sekadar seremoni. Ia menjelma ruang uji keberanian, kreativitas, sekaligus daya imajinasi siswa sekolah dasar.


    Ketua panitia, Supriadi, menyebut ajang ini sebagai wadah penting untuk mengasah bakat dan minat siswa sejak dini. “Bukan hanya soal lomba, tetapi bagaimana anak-anak belajar percaya diri, membangun karakter, dan berani tampil,” ujarnya.


    Tahun ini, tujuh cabang dilombakan: seni tari, pantomim, kriya, menyanyi solo, menulis cerita, mendongeng, dan gambar bercerita. Antusiasme terlihat dari jumlah peserta yang cukup merata di tiap kategori. Menyanyi solo menjadi yang paling diminati dengan 35 peserta, disusul gambar bercerita 24 peserta dan mendongeng 20 peserta. Sementara seni tari diikuti 17 peserta, pantomim 13 peserta, dan menulis cerita 19 peserta.


    Di tengah kompetisi, pesan berbeda datang dari Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Lahat, Chandra Arisandi. Ia menekankan pentingnya proses dibanding hasil. “Jangan terbebani menang atau kalah. Tampilkan yang terbaik, itu sudah cukup,” katanya.


    Ia juga mengingatkan guru pendamping agar memberi ruang bagi siswa untuk berkembang secara mandiri. Peran juri pun disorot, agar tetap menjaga objektivitas dalam menilai setiap penampilan.


    Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Febriansyah, menegaskan FLS3N merupakan ajang berjenjang—dari kecamatan hingga nasional. Dari panggung sederhana di Lahat, ia berharap lahir wakil daerah yang mampu berbicara di tingkat lebih tinggi.


    *dhon


    “Kami ingin ada anak Lahat yang melangkah hingga nasional. Tapi lebih dari itu, kami ingin anak-anak tetap semangat belajar. Yang belum berhasil hari ini, bukan berarti gagal—itu hanya keberhasilan yang tertunda,” ujarnya.


    Di ujung acara, harapan pun dititipkan kepada dewan juri: menilai dengan jernih, adil, dan profesional. Sebab dari tangan merekalah, satu-dua nama akan melangkah lebih jauh—mewakili Lahat, bahkan mungkin Indonesia.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama