POSMETRO.ID | PRABUMULIH – Euforia Pina Padel Club Open Tournament (PPC) yang sebelumnya diramaikan kehadiran Wakil Walikota Prabumulih, H. Franky Nasril, akhirnya menghadirkan cerita dramatis. Langkah sang Wawako harus terhenti di babak perempat final, setelah melalui pertandingan sengit yang menyita perhatian penonton.
Sejak fase penyisihan, pasangan Franky Nasril yang berduet dengan H. Alfa Sujatmiko tampil penuh semangat. Meski bukan berlatar belakang atlet profesional, keduanya mampu menunjukkan permainan solid dan penuh determinasi hingga melangkah ke babak gugur. Atmosfer kompetisi yang semakin panas membuat setiap poin terasa krusial.
Memasuki babak perempat final, tensi pertandingan meningkat tajam. Duel berlangsung ketat, reli demi reli memaksa kedua pasangan menguras stamina. Sorak sorai penonton yang memadati arena seakan menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain di lapangan.
Namun, keberuntungan belum berpihak. Setelah pertarungan panjang dan melelahkan, pasangan Wawako harus mengakui keunggulan lawan dari BRI. Kekalahan itu sekaligus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen yang digelar selama dua hari tersebut.
Meski tumbang, penampilan Franky justru menuai apresiasi. Ia dinilai mampu menunjukkan semangat sportivitas dan keberanian turun langsung ke arena, bukan sekadar hadir sebagai pejabat. Bahkan, beberapa penonton menyebut keikutsertaannya memberi warna tersendiri dalam turnamen yang digelar di Gedung Hi!! Padel Kota Prabumulih di jalan Angkatan 45 Kelurahan Gunung Ibuk Barat.
“Ini bukan soal menang atau kalah, tapi bagaimana kita ikut merasakan semangat olahraga itu sendiri,” ujar Alfa, tandem Wawako dalam turnamen.
Kekalahan di babak delapan besar itu tidak menyurutkan optimismenya terhadap perkembangan olahraga padel di Kota Prabumulih. Justru dari pengalaman bertanding, ia melihat potensi besar olahraga ini untuk berkembang dan menjadi gaya hidup baru masyarakat perkotaan.
Turnamen PPC sendiri terus berlanjut hingga babak final, menyisakan pertandingan-pertandingan sengit antar pasangan terbaik. Sementara itu, langkah Wawako yang terhenti di perempat final menjadi salah satu cerita paling menarik—drama seorang pemimpin yang turun ke lapangan, bertarung, dan tetap berdiri dengan kepala tegak meski harus tersingkir.
