• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Wawako Prabumulih dan Puluhan Tim Ramaikan Turnamen Padel PPC

    18 April 2026, April 18, 2026 WIB Last Updated 2026-04-18T06:25:03Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID | PRABUMULIH — Olahraga padel tampaknya mulai menunjukkan geliatnya di Kota Prabumulih. Meski tergolong baru tapi fasilitas yang ditawarkan bukan kaleng-kaleng, antusiasme masyarakat terlihat nyata dalam gelaran Pina Padel Club Open Tournament (PPC) yang berlangsung 18–19 April 2026.


    Turnamen yang digelar di gedung olahraga Hi!! Padel Jalan Angkatan 45 ini menjadi panggung awal berkembangnya Cabang Olahraga Padel di kota Nanas. Data yang dapat dihimpun, sebanyak 32 pasangan ambil bagian, terbagi dalam dua kategori, yakni ganda putra dan ganda campuran. Masing-masing kategori diisi 16 pasangan yang bersaing melalui sistem grup sebelum melaju ke babak berikutnya.


    Menariknya, ajang ini juga diikuti langsung oleh Wakil Walikota Prabumulih, H. Franky Nasril. S.Kom yang turut merasakan atmosfer kompetisi olahraga yang tengah naik daun tersebut. Dalam turnamen ia terlihat berpasangan dengan Anggota DPRD Prabumulih PERIODE 2014-2019 H. Alfa Sujatmiko, SH.


    “Padel ini unik. Sekilas mirip tenis, tapi lebih cepat dan mengandalkan kerja sama tim. Saya sendiri baru mencoba, tapi langsung merasa tertantang,” ujar Franky di sela pertandingan kepada POSMETRO.ID.


    Ia menilai, kehadiran Padel menjadi warna baru dalam dunia olahraga masyarakat Prabumulih. Meski saat ini baru tersedia dua lapangan, potensi perkembangan dinilai cukup besar.


    “Memang baru dua lapangan, tapi antusiasmenya sudah terlihat dan fasilitasnya sudah cukup memadai. Ini sinyal bagus, dan bahkan Hi!! Padel sudah dua kali menggelar turnamen Tahun ini. Club-club padel juga sudah banyak. Ada Pina Padel dan lainnya. Ke depan tentu perlu kita dorong agar fasilitasnya bertambah,” katanya.


    Menurutnya, Padel memiliki keunggulan karena dapat dimainkan oleh berbagai kalangan usia, sekaligus menjadi alternatif gaya hidup sehat di tengah masyarakat perkotaan.


    “Ini olahraga yang fun tapi tetap kompetitif. Anak muda bisa, orang dewasa juga bisa. Saya kira ini cocok jadi gaya hidup ke depan,” ujar Politisi Partai Nasdem itu seraya menambahkan agar Hi!! Padel juga mendirikan pelatihan untuk anak usia dini guna mencari bibit-bibit muda seerta menyarankan agar komunitas Padel segera mendaftarkan olahraga ini ke KONI sehingga kedepan ada atlit Padel yang bisa mengharumkan nama Kota Prabumulih.


    Sementara itu, penyelenggara turnamen yang juga Owner Hii Padel Kota Prabumulih, Romulus Dewa Ruci kepada POSMETRO.ID, menyebut ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya memperkenalkan padel secara luas kepada masyarakat.


    “Ini salah satu turnamen awal yang kita gelar. Tujuannya bukan hanya kompetisi, tapi juga edukasi dan sosialisasi olahraga padel,” jelasnya.


    Menurut pria berkepala plontos yang akrab disapa Koko Ruci ini, tantangan utama adalah mengenalkan olahraga yang masih asing bagi sebagian masyarakat. Namun respons yang muncul justru cukup menggembirakan.


    “Awalnya banyak yang belum tahu padel itu apa. Tapi setelah mencoba, biasanya langsung suka. Karena permainannya seru dan relatif mudah untuk pemula,” katanya.


    Dari sisi partisipasi, ia menilai angka keikutsertaan sudah cukup positif untuk ukuran olahraga baru di daerah.


    “Total ada 32 pasangan yang ikut ambil bagian. Ini angka yang cukup baik. Artinya minat sudah mulai tumbuh,” ungkapnya.


    Dikatakan, Turnamen ini menggunakan sistem penyisihan grup yang dilanjutkan ke babak playoff, mulai dari perempat final hingga final untuk menentukan juara. Format ini dinilai mampu menghadirkan persaingan yang merata sekaligus menjaga tensi kompetisi.


    Lebih jauh, Ruci melihat padel memiliki peluang besar berkembang di Prabumulih, terutama jika didukung oleh pemerintah Kota dan komunitas olahraga.


    “Kami berharap ini jadi awal terbentuknya komunitas padel yang solid. Ke depan mungkin bisa dibuat liga rutin atau event yang lebih besar,” ujarnya.


    Ia juga menyoroti kebutuhan penambahan fasilitas, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga ini.


    “Kalau antusiasme terus naik, tentu kebutuhan lapangan juga akan bertambah. Ini peluang, bukan hanya dari sisi olahraga, tapi juga ekonomi,” tambahnya.


    Di tengah keterbatasan fasilitas, turnamen ini menjadi penanda bahwa padel bukan sekadar tren sesaat. Lebih dari itu, olahraga ini mulai menemukan tempatnya di hati masyarakat Prabumulih.


    “Tidak perlu takut belum bisa. Padel ini ramah untuk pemula. Yang penting mau mencoba dulu,” pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama