• Jelajahi

    Copyright © POSMETRO.ID
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kriminal

    Polres Prabumulih Kerahkan Water Cannon Bubarkan Pendemo

    17 April 2026, April 17, 2026 WIB Last Updated 2026-04-17T07:50:46Z
    Masukkan scrip iklan disini


    POSMETRO.ID | PRABUMULIH – Suara komando terdengar tegas di Lapangan Pemerintah Kota Prabumulih, Jumat sore, 17 April 2026. Ratusan personel bersiaga. Di tengah simulasi yang memanas, kendaraan taktis water canon bergerak maju—menyemprotkan air untuk membubarkan massa yang mulai tak terkendali.


    Itu bukan kejadian nyata, melainkan bagian dari Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) yang digelar Polres Prabumulih untuk menguji kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.


    Simulasi yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu dipimpin langsung Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardhana, didampingi Wakapolres Kompol Chindi Helyadi serta jajaran pejabat utama dan kapolsek.


    Sebanyak 394 personel dilibatkan. Mereka terdiri dari satuan Dalmas awal dan lanjutan, tim negosiator, tim penegakan hukum, hingga unit pendukung seperti medis dan dokumentasi. Massa peraga juga dilibatkan untuk menggambarkan situasi lapangan secara realistis.


    Awalnya, situasi digambarkan dalam kondisi hijau—aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat berjalan normal, sementara aparat melakukan patroli dialogis. Namun situasi berubah saat sekelompok massa mulai melakukan aksi unjuk rasa.


    Ketegangan meningkat ketika massa mulai tidak terkendali. Aparat menurunkan pasukan Dalmas secara bertahap, dimulai dari pendekatan persuasif hingga negosiasi. Namun, skenario berlanjut ke situasi kuning, ketika massa mulai anarkis.


    Di titik inilah, kendaraan water canon dikerahkan. Semburan air diarahkan untuk mengurai kerumunan massa, sementara tim penegakan hukum bergerak mengamankan provokator. Simulasi berlangsung dinamis, menggambarkan eskalasi yang kerap terjadi dalam aksi unjuk rasa.


    Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardhana menegaskan, penggunaan kekuatan dalam pengendalian massa harus dilakukan secara terukur dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.


    “Personel harus profesional dan menjunjung tinggi etika kepolisian. Tindakan di lapangan harus sesuai prosedur, tidak berlebihan, dan tetap mengutamakan keselamatan,” ujarnya.


    Ia menyebut, simulasi ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri, yang menekankan kemampuan prediktif, respons cepat, dan transparansi dalam penanganan situasi kamtibmas.


    Selain pengendalian massa, simulasi juga memperlihatkan koordinasi lintas fungsi. Tim medis sigap menangani korban, sementara unit intelijen dan dokumentasi memantau perkembangan situasi secara real time.


    Kegiatan ditutup dengan apel konsolidasi dan evaluasi. Kapolres menegaskan, latihan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bekal nyata bagi personel dalam menghadapi situasi di lapangan.


    Simulasi Sispam Kota ini menjadi cerminan kesiapan Polres Prabumulih dalam menjaga stabilitas keamanan. Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, aparat dituntut siap—bukan hanya hadir, tetapi juga sigap dan terukur dalam setiap tindakan.

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Utama