POSMETRO.ID | PRABUMULIH – Di sudut Jalan Pandean, Kota Prabumulih, sebuah bangunan lama disulap menjadi bangunan dengan konsep berbeda. Bukan sekadar warung kopi atau bengkel service kendaraan. Tempat ini diberi nama “Kedai Presisi”, sebuah inovasi pendekatan humanis kepolisian yang kini mulai hadir di daerah.
Kedai Presisi Polres Prabumulih merupakan bagian dari program Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) yang mendorong setiap Polres menghadirkan ruang interaksi terbuka antara polisi dan masyarakat.
Pantauan di lapangan, progres pembangunan kedai tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan tinggal menunggu tahap penyempurnaan sebelum diresmikan.
Kasat Lantas Iptu Marlina mengatakan, Kedai Presisi bukan hanya tempat bersantai, tetapi menjadi sarana komunikasi langsung yang lebih cair antara polisi dan warga.
“Nantinya, melalui Kedai Presisi ini, kita ingin lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya ngobrol santai, tapi juga memberikan edukasi, terutama soal tertib berlalu lintas,” ujarnya.
Lebih dari itu, konsep ini juga diarahkan sebagai langkah preventif dalam menekan pelanggaran dan potensi tindak kejahatan. Dengan interaksi yang lebih intens, diharapkan kesadaran hukum masyarakat dapat tumbuh dari pendekatan yang lebih persuasif.
Rencananya, Kedai Presisi Polres Prabumulih akan diresmikan langsung oleh Kapolda Sumsel dalam waktu dekat.
Meski detail fasilitas belum dipublikasikan secara lengkap, konsep Kedai Presisi di berbagai daerah umumnya menghadirkan ruang santai, tempat diskusi, hingga fasilitas pendukung seperti layanan ringan bagi masyarakat.
Diharapkan, keberadaan Kedai Presisi ini menjadi simbol perubahan wajah Polri yang lebih terbuka dan humanis, dari yang sebelumnya identik dengan penindakan, kini juga mengedepankan pendekatan dialog dan kebersamaan sebagai bagian dari pencegahan.
Dari Jalan Pandean, redaksi menemukan pesan bahwa, menjaga ketertiban bukan hanya tugas Polisi. Lebih dari itu, menjaga ketertiban adalah tanggung jawab bersama.
